Kini Pengguna BlackBerry Bisa Cek Kehalalan Produk dengan Scan Barcode

Kini Pengguna BlackBerry Bisa Cek Kehalalan Produk dengan Scan Barcode

- detikFood
Jumat, 29 Agu 2014 13:48 WIB
Ilustrasi: Getty Images
Jakarta - Bayangkan, akan sangat mudah mengecek kehalalan suatu produk jika tinggal di-scan atau dipindai barcode-nya. Kini, teknologi tersebut bukan mimpi lagi, karena layanan ini sudah dapat dinikmati di ponsel pintar BlackBerry.

Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetik Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) bekerja sama dengan BlackBerry menghadirkan tambahan fitur di aplikasi 'Halal MUI'. Kini, pengguna BlackBerry OS 10 bisa mengecek kehalalan produk dengan memindai barcode pada kemasan.

"Ini implementasi lanjutan dari kerja sama LPPOM MUI dan BlackBerry untuk terus memberikan masyarakat kemudahan mengakses informasi halal," ujar Direktur LPPOM MUI Ir. Lukmanul Hakim, M.Si. saat acara Halal Bihalal di Bogor (21/08/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cara menggunakannya sangat mudah. Pertama, Anda perlu mengunduh aplikasi 'Halal MUI' di BlackBerry App World secara gratis. Aplikasi ini sudah tersedia di BlackBerry Z3 Jakarta Edition.

Setelah itu, buka aplikasi dan arahkan kamera pada barcode di kemasan produk. Jika produk tersebut telah bersertifikat halal, akan muncul informasi mengenai nama produsen, jenis produk, sampai masa kedaluwarsa sertifikat halal.

Tambahan fitur tersebut mempermudah pengguna BlackBerry OS 10 mengecek kehalalan produk. Sebab, sebelumnya pengguna perlu mengetikkan nama produk terlebih dahulu untuk dicari di aplikasi Halal MUI. Selain itu juga ada fitur direktori halal, berita dan informasi, serta pendaftaran produk dan jasa halal via CEROL-SS 23000.

Pengecekan kehalalan produk lebih dahulu bisa dilakukan di ponsel pintar berbasis Android dengan nama aplikasi 'Pro Halal MUI'. Sejak diluncurkan pada awal tahun ini, Pro Halal MUI sudah diunduh 4.400 pengguna. Sementara itu, Halal MUI yang tersedia sejak Mei lalu di BlackBerry telah digunakan 4.660 pengguna.

Wakil Direktur LPPOM MUI Ir. Sumunar Jati yang juga berperan sebagai supervisor program IT di LPPOM MUI mengaku belum semua produk halal bisa diakses informasinya lewat pemindaian barcode. Dari sekitar 47 ribu item produk ritel, baru 40% yang sudah teridentifikasi. Sisanya sedang diproses.

"Kami berharap perusahaan turut membantu memberikan data barcode produknya sehingga informasi produk halal semakin terdistribusi dengan baik," kata Sumunar seperti dikutip dari situs LPPOM MUI.


SUMBER: LPPOM MUI

(fit/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads