Pakistan Punya Potensi Besar Menjadi Pusat Halal Dunia

Pakistan Punya Potensi Besar Menjadi Pusat Halal Dunia

- detikFood
Selasa, 26 Agu 2014 15:47 WIB
Foto: Getty Images
Jakarta - Pertumbuhan ekonomi Pakistan bisa naik dua kali lipat jika pemerintah terjun ke pasar halal dunia yang semakin berkembang. Sayang, negara ini nyaris tak terlihat di pasar halal dunia.

Menurut data Kementerian Perdagangan, andil Pakistan di industri halal yang sedang berkembang sangat kecil, yakni kurang dari 0,3% dari total bisnis global. Sejauh ini, pemerintah belum merumuskan kerangka aturan untuk menjalankan industri halal.

Pemerintah juga belum menggerakkan perdagangan halal di bidang produk turunan daging, susu dan produk olahannya, keuangan, gelatin, minuman, kosmetik, camilan, obat-obatan, dan perawatan tubuh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, Pakistan kekurangan standar internasional, sistem sertifikasi, SOP, prinsip panduan, sumber daya terampil, dan pembangunan kapasitas. Koordinasi antara kementerian, departemen, dan strategi pemasaran digital terkait juga minim.

Sebenarnya, Pakistan memiliki kapasitas mengembangkan pasar halal untuk mendorong ekonominya yang sedang terpuruk. Lebih dari 40 juta orang terlibat dalam bisnis ternak.

Rantai nilai ternak halalnya yang berjumlah 99% menempatkan Pakistan di peringkat keempat populasi ternak terbesar di dunia. Industri unggaspun berkembang dengan tingkat pertumbuhan tahunan 10-15%.

"Pakistan sangat berpotensi memiliki andil yang cukup besar di pasar halal global dengan memproyeksikan dan mengembangkan diri sebagai pusat halal di pasar internasional," kata Abdul Basit dari Komite Ekspor Kamar Dagang dan Industri Lahore (LCCI).

Basit menambahkan, industri meminta pemerintah merancang undang-undang agar ada jarak yang cukup jauh antara dua peternakan untuk mencegah transfer penyakit. Namun, belum juga terwujud. "Pasar halal dunia sudah siap, namun pemerintah seperti tak siap terjun ke situasi ini," ujarnya.

Pada tahun 2030, diperkirakan Pakistan akan mengalahkan Indonesia sebagai negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia. "Sayang, ekspor halalnya masih terbatas ke Timur Tengah saja," keluh Dr. Tanvir, eksportir makanan halal.

Di pasar internasional, produk Pakistan tak dianggap halal walau penyembelihan, pemrosesan, pengemasan, dan prosedur lain halal. Survei Proyek Pengembangan Halal Pakistan membuktikan bahwa orang-orang di Tiongkok dan Afrika menolak membeli produk Pakistan karena tak memiliki logo halal.

Sayang, tak ada satupun pemerintahan yang membangun infrastruktur halal di Pakistan. Syed Hassan Raza, Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengolah dan Eksportir Daging Pakistan, menyarankan Pakistan mengembangkan badan pemerintahan yang berwenang menerbitkan sertifikasi dan logo halal yang diterima di seluruh dunia.

Menurut mantan penasihat perdana menteri di bidang keuangan dan hubungan ekonomi, Dr. Salman Shah, mengatakan bahwa Pakistan seharusnya menjadi pusat barang dan jasa halal karena posisinya strategis di antara Arab dan Asia Tengah.

"Pakistan perlu memasarkan diri sebagai pemain di bidang sertifikasi halal yang berkomitmen," tutupnya, seperti ditulis The News On Sunday (24/08/2014).

(fit/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads