Saat ini, populasi muslim terbesar di Eropa ada di Prancis (diperkirakan 4,7 juta jiwa). Pasar halalnya kurang lebih bernilai $8 miliar (Rp 93,5 triliun). Dalam konteks ini, Prancis dianggap sebagai pusat pasar halal di Eropa.
Pasar halal Eropa diperkirakan menghasilkan penjualan tahunan sebesar $30 miliar (Rp 351,8 triliun). Meski relatif besar, pasar tersebut terpecah. Populasi muslim Prancis kebanyakan berasal dari Afrika Utara, Inggris dari India, Jerman dari Turki, sedangkan Belanda dari Maroko, Turki, dan Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Produk makanan halal sudah dijual di supermarket-supermarket Eropa. Namun, 3-4 tahun terakhir, ada peningkatan upaya pemasaran yang perlu diapresiasi, salah satunya iklan di TV. Hasilnya, pasar semakin berkembang, dan produk-produk ritel baru diluncurkan.
Supermarket, hipermarket, dan jaringan peritel kini memberi ruang lebih banyak kepada produk-produk tersebut. Meski kebanyakan makanan halal saat ini dijual sebagai produk daging dan deli, permintaan produk makanan lain meningkat. Makanan olahan, permen, dan makanan siap santap yang dibekukanpun mulai memasuki pasar Eropa.
Sayang, di Prancis pemerintah hanya terlibat dalam sertifikasi halal sejauh menunjuk tiga masjid utama sebagai satu-satunya pemberi izin penyembelihan halal. Pemerintah tidak ikut mengatur atau mendorong makanan berlabel halal.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN