Suku Sasak yang mendiami Lombok mayoritas beragama Islam. Saat merayakan Lebaran Topat atau Lebaran setelah enam hari berpuasa pasca Idul Fitri, mereka beramai-ramai mengunjungi Pantai Senggigi untuk berekreasi.
Pantai Senggigi juga banyak didatangi karena di sini terdapat makam Batu Layar, tempat peristirahatan seorang tokoh Islam di masa lampau. Karena itu, selain menjadi obyek wisata utama, Pantai Senggigi juga jadi tujuan wisata religi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demi mewujudkan Pantai Senggigi sebagai kawasan wisata halal, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat dalam menggiatkan sertifikasi halal bagi restoran dan hotel di wilayah tersebut.
"Kami sedang menggalakkan sosialisasi agar para pelaku usaha, khususnya di Lombok Barat, segera mengajukan sertifikasi halal. Tujuannya agar Pantai Senggigi bisa menjadi kawasan wisata kelas dunia yang ramah terhadap wisatawan muslim," ujar Prof. H. Syaiful Muslim, Ketua MUI NTB, di sela Rapat Kerja Nasional MUI di Jakarta (13/08/2014).
Mengingat sertifikasi halal untuk restoran dan hotel di Lombok Barat masih dirintis, Syaiful berharap pihak-pihak terkait pariwisata Pantai Senggigi seperti asosiasi pariwisata serta pengelola hotel dan restoran dapat berpartisipasi.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN