Total permintaan halal secara global bernilai US$ 2,3 triliun, sedangkan ASEAN menyumbang 60% atau US$ 1,38 triliun. Dari angka ini, Malaysia memiliki share 30% atau US$ 15,9 miliar. Jumlah tersebut berusaha disamai Filipina.
Saat ini, Filipina memiliki share yang kecil karena kurang kredibel sebagai pemasok produk dan jasa halal. "US$ 15,9 miliar adalah bisnis potensial kami jika kami mendapat share 30% pada 2016," kata Aleem Siddique Giapal, Direktur Hubungan Ekonomi Muslim di Komisi Nasional Muslim Filipina (NCMF).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dr. Potre Diampuan, CEO Aliansi Integritas Halal di Filipina, permintaan jasa pangan dan nonpangan halal diperkirakan meningkat cepat seiring bertambahnya populasi muslim sebesar 1,8% setiap tahun.
Saat ini, kebanyakan produk pangan dan nonpangan halal muslim Filipina masih diimpor dari Malaysia. Sebab, seperti ditulis Manila Bulletin (26/07/2014), produsen halal lokal dinilai tak kredibel.
"Halal bukan hanya soal makanan, tapi juga cara hidup Islami yang telah berkembang menjadi bisnis besar," ujar Diampuan. Untuk mempromosikan halal di Filipina, NCMF bersama para pemain industri halal akan menggelar konferensi halal internasional pada 22-24 Agustus mendatang.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN