Larang Penyembelihan Halal, Denmark Berpotensi Rugi Jutaan Dollar

Larang Penyembelihan Halal, Denmark Berpotensi Rugi Jutaan Dollar

- detikFood
Senin, 11 Agu 2014 17:12 WIB
Foto: Getty Images
Jakarta - Denmark melarang penyembelihan hewan secara agama sejak Februari lalu. Karena berpengaruh terhadap produksi daging halal, negara ini berpotensi kehilangan pemasukan jutaan dollar di bidang perdagangan dan pariwisata.

Daging sapi dan unggas halal diimpor dalam jumlah besar oleh Arab Saudi dan negara-negara teluk lainnya. Sekitar 55% ekspor Denmark ke Arab adalah makanan.

Keputusan melarang penyembelihan secara agama diramalkan akan berefek drastis terhadap pasar Denmark. Negara ini berpotensi mengalami boikot secara menyeluruh seperti yang pernah dialami Denmark lebih dari sekali sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah Denmark dikecam kelompok-kelompok pembela hak agama di negara tersebut. Danish Halal, salah satu kelompok nirlaba, menganggap larangan tersebut pelanggaran nyata terhadap kebebasan beragama.

Para pemimpin agama Yahudi juga menilai peraturan tersebut anti-Semitik. Sementara itu, Menteri Pertanian dan Pangan Denmark Dan Jorgensen merespon kritik tersebut dengan mengatakan bahwa hak hewan lebih diutamakan daripada agama.

Keputusan ini mengakhiri penjualan produk halal dan mengundang kemarahan para warga Arab Saudi. Salah satunya Taha bin Saeed, seperti diberitakan Arab News (11/08/2014).

"Ini adalah kemunafikan mereka belaka. Mereka menyembelih jerapah di depan umum untuk memberi makan singa, sementara mereka melarang penyembelihan hewan yang sesuai standar agama. Ini jelas pelanggaran kebebasan beragama," tegas Saeed.

Seorang sumber di departemen media Dewan Kamar Dagang Saudi (CSC) mengatakan bahwa larangan tersebut harus ditarik segera dengan efek langsung. Menurutnya, aturan ini dapat mengganggu perdagangan antara kedua negara yang diperkirakan bernilai 6 juta riyal (Rp 18,7 miliar).

Di bidang pariwisata, Denmark sebenarnya bisa menerima banyak turis karena visa Schengen. Visa ini memungkinkan warga non-Uni Eropa melancong bebas ke 25 negara Eropa.

Namun, menurut salah satu agen wisata di Arab, larangan tersebut akan membuat wisatawan Arab enggan berkunjung ke Denmark. Hal ini bisa berefek negatif terhadap pariwisata negara Eropa tersebut.

(lus/odi)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads