Pekan halal dunia ini merupakan hasil kerja sama Malaysia External Trade Development Corporation (Matrade) dan Halal Industry Development Corporation (HDC). Tahun lalu, tercatat angka penjualan di ajang tersebut sebesar 411 juta ringgit (Rp 1,42 triliun).
Untuk tahun ini, Wakil Menteri Industri dan Perdagangan Internasional (MITI) Datuk Hamim Samuri optimis meraih angka penjualan 600 juta ringgit (Rp 2 triliun). Kepercayaan diri ini didorong oleh meningkatnya kesadaran akan produk halal secara global dan bertambahnya jumlah negara yang berpartisipasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hamim, 620 stan akan disediakan untuk peserta pameran, lebih banyak 102 stan dibanding tahun lalu. Sampai waktu soft launching, 355 perusahaan telah mengonfirmasi keikutsertaannya. Diharapkan 20.000 pengunjung akan menghadiri World Halal Week 2014, naik dibandingkan 18.000 pengunjung tahun lalu.
Sang wakil menteri juga mengatakan bahwa rapat bisnis one-to-one antara lebih dari 500 pembeli asing terpilih dengan produsen produk dan jasa halal lokal telah diatur.
World Halal Week 2014 terdiri dari dua acara, yakni 11th Malaysia International Halal Showcase (Mihas) yang digelar oleh Matrade dan World Halal Conference (WHC) yang dijalankan oleh HDC.
Sejak 2005, Incoming Buying Mission Mihas telah menghasilkan penjualan lebih dari 7 miliar ringgit (Rp 24,2 triliun). Sementara itu, CEO HDC Datuk Seri Jamil Bidin mengatakan bahwa fokus WHC tahun ini adalah isu-isu terkait keamananan pangan halal global.
Bidin mengatakan, dengan lebih dari 1,8 miliar muslim di seluruh dunia yang mewakili 25% populasi global, pasokan produksi halal tak cukup memenuhi permintaan dunia.
"Suplai pangan halal saat ini hanya mencukupi 20% permintaan global," katanya, sambil menambahkan bahwa banyak muslim di Eropa, Amerika, Eropa Timur, China, dan India tak punya akses ke makanan halal. "Artinya ada peluang besar yang bisa dimasuki industri halal," lanjut Bidin.
Per September 2013, ekspor makanan halal dari Malaysia berjumlah 24 miliar ringgit (Rp 83 triliun). Angka ini naik dari 23,7 miliar (Rp 82 triliun) ringgit yang tercatat di periode yang sama di tahun 2012.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN