Uni Emirat Arab Inspeksi Fasilitas Halal Filipina

Uni Emirat Arab Inspeksi Fasilitas Halal Filipina

- detikFood
Kamis, 13 Mar 2014 16:26 WIB
Foto: Getty Images
Filipina - Petugas dari Kementerian Lingkungan dan Air (MoEW) Uni Emirat Arab menginspeksi fasilitas halal di Filipina. Tujuannya agar semakin banyak produk pangan dari negara-negara Asia Tenggara yang tersedia di UEA.

Secara khusus, MoEW mengunjungi fasilitas halal di San Miguel Corporation (SMC). SMC adalah perusahaan makanan, minuman, dan pengemasan terbesar dengan lebih dari 17.000 karyawan di 100 fasilitas besar di wilayah Asia Pasifik.

Menurut Konsul Jenderal Filipina Frank Cimafranca, delegasi MoEW telah membuat rekomendasi dan akan kembali menginspeksi fasilitas tersebut. Sejauh ini, telur, unggas, dan beberapa produk daging dari Filipina lolos akreditasi halal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami ingin memperluas perdagangan dan menjual produk Filipina lebih banyak. Tak hanya di UEA, tapi juga di seluruh Timur Tengah," ujar Cimafranca, seperti diberitakan The Gulf Today (31/02/2014).

Buah segar, terutama pisang dan nanas, tetap menjadi ekspor utama produk Filipina ke wilayah tersebut melalui UEA yang berfungsi sebagai penghubung. Elektronik menyusul di peringkat kedua.

Cimafranca berharap permintaan akan produk pangan Filipina meningkat jika sanksi terhadap Iran dicabut sepenuhnya. "Iran adalah pasar terbesar dari buah segar kami," katanya.

Sebanyak 30% ekspor pisang Filipina ditujukan ke Iran. Namun, perdagangan buah ini banyak terkena dampak larangan pembelian minyak mentah dari Iran akibat tekanan Amerika Serikat yang memberi sanksi atas program nuklir Iran.

Terkait kapan mangga Filipina yang terkenal manis dan banyak dagingnya akan tersedia di pasar Timur Tengah, Cimafranca sejauh ini baru bisa berharap. "Pasokan yang ada saat ini hanya cukup untuk pasar kami di Jepang dan Amerika Serikat," keluhnya.

Cimafranca menyebutkan bahwa Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) yang terdiri dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Brunei, Myanmar, Kamboja, Laos, dan Vietnam sedang menuju satu kesatuan dan akan beroperasi sebagai Komunitas ASEAN (AC) per 2015.

"ASEAN akan menjadi satu sehingga lebih mudah untuk mendirikan bisnis di wilayah ini. Pasalnya, tidak ada halangan ekonomi seperti bea cukai barang dan jasa," jelas Cimafranca.

Bekerja di AC juga akan lebih mudah. "Bagaimanapun juga, pelamar harus melewati prosedur tenaga kerja dan imigrasi yang sama," Cimafrance menambahkan.

(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads