Populasi Muslim Meningkat, Permintaan Daging Halal di Kanada Bertambah

Populasi Muslim Meningkat, Permintaan Daging Halal di Kanada Bertambah

Fitria Rahmadianti - detikFood
Jumat, 17 Jan 2014 19:47 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Salima Jivraj adalah muslim Kanada generasi pertama yang memperoleh sebagian besar belanjaannya dari supermarket biasa. Namun, ia membeli daging halal dari pasar yang menjual makanan Asia Selatan.

"Akan lebih ideal berbelanja di pasar swalayan yang menyediakan semuanya, baik belanjaan saya yang biasa, barang-barang etnik, maupun daging halal," kata Jivraj, pendiri Festival Makanan Halal Toronto, Kanada, dan pengelola website HalalFoodie.ca.

Jivraj berpendapat bahwa penjual makanan yang menyediakan daging halal dapat memasuki pasar yang semakin berkembang. Menurut badan nasional Statistics Canada, populasi muslim melampaui satu juta pada 2011. Populasinya bertambah hampir dua kali lipat selama tiga dekade berturut-turut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jelas, hal ini mendorong produk halal. Saat ini, kebutuhan akan produk halal dipenuhi oleh peritel makanan etnik, bukan pengecer biasa," ujar Svetlana Uduslivaia, peneliti analis senior di Euromonitor International.

Jika peritel biasa menyediakan daging halal, ada komponen spiritual serius yang harus dipertimbangkan sebelum membeli daging halal.

"Muslim harus yakin bahwa tidak ada kontaminasi silang, (daging) berasal dari sumber yang layak, dan orang yang memotong dan mengemasnya memiliki pengetahuan yang cukup untuk menjawab pertanyaan dari umat muslim," kata Jivraj.

Studi Interpoc Inc. pada tahun 2009 memperkirakan bahwa total pasar daging halal di Kanada $214 juta (Rp 2,58 triliun). Sebanyak $8 juta (Rp 9,6 miliar) berasal dari pasar daging sapi. Kini, angkanya kemungkinan jauh lebih besar dari itu.

Pam Kellogg, direktur pemasaran senior Maple Leaf Foods, mengutip statistik volume penjualan Nielsen yang menunjukkan segmen halal daging segar bertumbuh 6% per tahun. Angka ini lebih besar daripada total pertumbuhan daging ayam segar yakni 1%.

Pada tahun 2012, Maple Leaf Foods meluncurkan Mina, rangkaian daging ayam yang disembelih dengan tangan dan sudah bersertifikat Halal Meat Authority. Ada daging dada, paha, dan drumstick serta beberapa produk beku baru yang diluncurkan di bulan Oktober. Contohnya adalah chicken strip dan kalkun beku utuh.

"Hanya sedikit orang yang membeli daging ayam halal di pasar swalayan dan toko-toko biasa karena sulit menemukan produk halal yang disembelih secara Islam, yakni dengan tangan," kata Kellogg, seperti diberitakan situs Canadian Grocer (20/12/2013).

Ia menambahkan, produk seperti Mina adalah cara mudah menarik dan mempertahankan pelanggan yang mencari produk halal yang dapat dipercaya dengan cara yang praktis.

Kekhawatiran pelanggan terkait keamanan pangan akibat kontaminasi bisa mendorong pertumbuhan daging halal dan kosher yang memiliki standar dan inspeksi ketat. "Keduanya dilihat sebagai pilihan yang lebih aman," kata Uduslivaia.

Menurut Interpoc, pelanggan daging sapi kosher di Amerika Utara dengan pasar senilai $130 juta (Rp 1,57 triliun) di Kanada telah melebar. Dari populasi Yahudi tradisional, meluas hingga pelanggan umum yang mencari standar kontrol, produksi, dan perdagangan yang adil. Orang-orang yang peduli akan kesejahteraan hewan juga cenderung masuk ke kelompok ini.

Alasan lain daging kosher dipilih adalah karena rasanya. "Hewannya diolah secara berbeda sebelum dijajakan di counter. Hal ini mengubah rasanya. Banyak orang menyukainya," ujar Alexei Tsvetkov, CEO Yummy Market.

(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads