Quebec Berencana Perketat Aturan Produksi Daging Halal dan Kosher

Quebec Berencana Perketat Aturan Produksi Daging Halal dan Kosher

Fitria Rahmadianti - detikFood
Senin, 04 Nov 2013 18:50 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Proses sertifikasi halal dan kosher sebenarnya sudah menjamin kebersihan dan keamanan produk. Namun, menteri pertanian Quebec, Kanada, merasa aturan produksi daging kosher dan halal perlu diperketat lagi.

"Kami ingin penyembelihan dilakukan di kondisi higienitas dan kebersihan terbaik," ujar Menteri Pertanian Quebec Francois Gendron, seperti dikutip dari situs Halal Focus (30/10/13). Ia mengatakan akan mengumumkan rencananya terkait aturan baru musim gugur ini.

Jika jadi, Quebec hanya bisa mengatur daging yang diproduksi di provinsi tersebut dan tidak diekspor. Pasalnya, sudah ada Badan Inspeksi Pangan Kanada (CFIA) yang mengawasi aturan penyembelihan hewan secara nasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Dovid Russ, kepala operasi produsen daging kosher besar di Kanada Mehadrin, aturan tersebut tak diperlukan. "CFIA memiliki salah satu standar tertinggi pemrosesan makanan. Quebec berusaha ikut campur lebih jauh tanpa alasan jelas," ujar Russ kepada situs Bill613.com.

Asosiasi Daging Halal Quebec mengatakan bahwa mereka mendukung aturan baru tersebut karena dapat memperbaiki citra penyembelihan ritual di mata publik. Namun, mereka berpendapat bahwa perubahan tak diperlukan.

"Menurut saya, kesalahpahaman ini berkaitan dengan fobia terhadap Islam," ujar juru bicara Asosiasi Daging Halal Quebec Mohamed Ghalem.

Partai berkuasa di Quebec, Parti Quebecois, mendapat protes dari kelompok Yahudi karena mengritik penyembelihan ritual. Dalam sebuah pernyataan di musim semi 2012, Parti Quebecois mengatakan bahwa penyembelihan hewan untuk produksi daging halal berlawanan dengan nilai-nilai Quebec.

"Jika Anda melihat secara tersirat, ada pukulan etnis yang menurut saya menjijikkan, tak dapat diterima, dan berbau intoleransi," kata Lawrence Bergman, legislator Yahudi dari Partai Liberal.

(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads