Tiga Kategori Halal Award di INDHEX 2013

Tiga Kategori Halal Award di INDHEX 2013

Fitria Rahmadianti - detikFood
Selasa, 29 Okt 2013 14:35 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Dimulai besok (30/10) hingga Sabtu (02/11), Indonesia International Halal Expo (INDHEX) 2013 akan menjadi ajang tahunan beberapa agenda di bidang halal. Salah satunya adalah Halal Award 2013 yang kini sudah ketiga kalinya diselenggarakan.

Halal Award adalah prakarsa Kementerian Agama Republik Indonesia bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) MUI. Tujuannya adalah untuk meningkatkan dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat halal dunia.

Halal Award diberikan kepada pelaku usaha yang dipandang aktif dalam membangun, mengembangkan, dan mempromosikan halal Indonesia. Bertempat di Jakarta International Expo, penghargaan ini dibagi dalam beberapa kategori, yakni:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Halal Top Brand

Parameter penilaian untuk kategori Halal Top Brand adalah merek yang paling banyak disebut. Hal ini dipadukan dengan intensitas sosialisasi halal melalui berbagai media, baik bersama LPPOM MUI maupun secara independen.

Penghargaan untuk kategori ini didasarkan pada hasil survei terhadap 400 responden di empat kota besar di Indonesia yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya. Data dikumpulkan lewat kuesioner, baik dengan wawancara langsung maupun melalui email, SMS, dan telepon.

2. Best HAS Achievement

Best Halal Assurance System (HAS) Achievement didasarkan pada penilaian khusus terhadap beberapa perusahaan terbaik di bidang implementasi Sistem Jaminan Halal. Parameter yang digunakan meliputi:

a. Kemampuan perusahaan dalam mencapai, mempertahankan, serta meningkatkan Sistem Jaminan Halal dengan status sangat baik (nilai A)
b. Tingkat kompleksitas pengelolaan yang sangat tinggi
c. Komitmen tinggi terhadap implementasi Sistem Jaminan Halal

3. Most Innovative Halal Producer

Penghargaan kategori Most Innovative Halal Producer diberikan kepada beberapa perusahaan yang aktif melakukan inovasi produk baru dan telah bersertifikat halal. Aktivitas perusahaan dalam memberikan informasi, sosialisasi, dan promosi atas produk yang dihasilkan, baik dilakukan bersama LPPOM MUI maupun secara independen, juga dinilai.

Data produk bersertifikat halal diperoleh dari Ceroll-SS23000, sedangkan program sosialisasi dan promosi halal dipantau dari berbagai media.


SUMBER: LPPOM MUI

(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads