Sertifikasi dan Logistik Halal Jamin Keamanan Pangan

Sertifikasi dan Logistik Halal Jamin Keamanan Pangan

- detikFood
Kamis, 26 Sep 2013 18:27 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Makanan halal bukan sekadar daging yang diperoleh dari hewan yang disembelih dengan menyebut nama Allah. Sertifikasi halal juga menjamin masalah yang dikhawatirkan masyarakat di seluruh dunia, yakni keamanan pangan.

Makanan halal berarti makanan yang tidak terkontaminasi atau terkontaminasi silang dengan produk non halal. Juga tidak terekspos pada materi atau lingkungan berbahaya saat disimpan atau dipindahkan.

Prinsip keamanan pangan dari sumbernya hingga dihidangkan membuat makanan halal menjadi tren terbaru di kebanyakan negara-negara Barat. Menurut The Establishment Post, konsumsi makanan halalpun semakin naik di kalangan non-muslim.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti dilansir Halal Focus (12/09/13), di Afrika Selatan dan Australia, semua daging sapi segar yang dijual halal meski tak dilabeli demikian. Hal ini menunjukkan bahwa sertifikasi halal dinilai sebagai patokan keamanan pangan yang kredibel di berbagai belahan dunia.

Persepsi publik terhadap makanan halal semakin positif. Halal tak lagi dilihat sebagai pengolahan pangan khusus muslim. Pada World Halal Forum Europe 2009 di The Hague, para peserta dan pembicara setuju bahwa halal tak lagi tabu di Eropa.

Pasalnya, kesadaran terhadap produk dan sertifikasi halal telah naik beberapa tahun terakhir. Kampanye iklan produk, sertifikasi, dan label halal juga semakin meningkat di Eropa.

Untuk memenuhi syarat halal, logistik sama penting dan menguntungkannya dengan produksi. Di Malaysia, beberapa perusahan logistik telah bersertifikat halal. Northportpun menjadi pelabuhan pertama di negara tersebut yang memenuhi syarat halal.

Port of Rotterdam di Belanda memiliki fasilitas penyimpanan halal khusus sebagai titik masuk halal utama untuk pasar Eropa. Di Prancis, Port of Marseilles sedang mengembangkan pusat distribusi halal regional bekerjasama dengan Malaysia.

Logistik halal adalah perkawinan antara sektor rantai suplai dan kebersihan, termasuk pemindahan dan penyimpanan produk halal. Yang termasuk dalam industri logistik adalah pelabuhan, kapal laut dan udara, gudang, serta fasilitas penanganan.

"Halal berarti kebersihan yang dijunjung tinggi, kualitas makanan. Dan ini semua melampaui ras, agama, serta kewarganegaraan," ujar Dr Mohamed Amin Kassim, Deputy Managing Director Century Logistics Holdings Malaysia.

Ia menambahkan, pemindahan dari sumber ke pabrik melibatkan truk dan pergudangan. Setiap area memiliki titik kontrol kritis. Bahan mentah dan produk jadi tak boleh terkena kotoran, hama atau materi berbahaya di titik manapun saat transit dan disimpan.

Artinya, pengecekan harus sampai ke hal-hal terkecil seperti pengecekan label, peralatan yang digunakan, dan area penyimpanan. Produk makanan perlu disesuaikan dengan label. Hal ini dilakukan untuk mencegah kasus makanan non-halal dikirimkan ke tujuan dengan kemasan berlabel halal.

"Peralatan seperti forklift perlu dicek untuk memastikan mesin ini dibersihkan setelah dipakai mengangkat materi berbahaya seperti zat kimia. Kita perlu mengontrol perpindahan produk dari berbagai bagian dunia sebelum mendistribusikannya kembali," tambah Kassim.

(dyh/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads