Makanan Halal Mulai Meraih Popularitas di Inggris

Makanan Halal Mulai Meraih Popularitas di Inggris

- detikFood
Senin, 23 Sep 2013 14:05 WIB
Foto: Independent
Jakarta - Semakin meningkatnya populasi masyarakat beragama muslim di Inggris mendorong restoran dan supermarket menjual produk makanan halal. Ternyata makanan halal tidak hanya disukai oleh umat muslim saja tetapi juga seluruh warga Inggris.

Pada akhir bulan ini Halal Food Festival diselenggarakan untuk pertama kalinya di Inggris. Acara ini dianggap bisa menjadi wadah bagi para umat muslim untuk menikmati hidangan halal tanpa khawatir.

Tapi, ternyata ketertarikan terhadap produk halal juga merambah pada warga non muslim di Inggris. β€œDaging halal lebih kaya rasa dan potongan yang Anda goreng atau panggang seperti lamb chops lebih lembut dari daging non halal. Selain itu, membeli produk halal dianggap lebih aman,” tutur Simon Teal selaku ilmuwan di Pfizer kepada Independent (23/09/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekitar empat persen populasi di Inggris adalah umat muslim, sementara saat ini produk halal masih 15 pesen dari kesuluruhan daging yang dijual di Inggris. β€œBeberapa produk makanan halal tersebut dieksport tapi sisanya dikonsumsi warga non muslim yang meyakini bahwa daging halal jauh lebih higienis,” tutur Saqib Mohammed, Chief Executive of the Halal Food Authority.

DB Foods, penjual daging grosir terbesar di Inggris memanfaatkan kepopuleran bahan makanan halal. Saat ini, mereka mengubah salah satu gudang untuk memproduksi daging halal dan meluncurkan bisnis online terbaru dengan nama halal2go.

Sementara itu, beberapa restoran berjaringan global mulai merubah menu mereka. Pizza Express hanya memakai daging ayam halal, KFC mencoba menu halal di 100 cabangnya, dan The Meat & Wine Co steakhouse di Westfield Shepherd's Bush bahkan menyediakan menu halal terpisah.

Satu hal yang mengundang kontroversi adalah apakah binatang harus dbuat tidak sadar terlebih dahulu dengan senjata kejut. Langkah ini wajib dilakukan di negara Uni Eropa termasuk Inggris dengan pengecualian untuk kaum Yahudi dan Muslim. Data Food Standards Agency tahun lalu menunjukkan 84 persen dari semua hewan ternak yang akan disembelih dengan cara halal dibuat tidak sadarkan diri terlebih dahulu.


(dni/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads