Research Division Assistant Director Head Jabatan Agama Johor, Yosree Ikhsan mengakui jika ada sekitar 30% hotel di pusat kota Johor belum mengajukan sertifikat halal. Menurut Yosree, pihaknya akan mengambil langkah tegas untuk menindak hotel dan resort yang menyajikan buffet khusus ramadan, namun belum benar-benar diakui kehalalannya oleh lembaga halal resmi Malaysia.
Seperti dituturkan Yosree pada New Strait Times (15/07/2013), kalimat 'Break of Fast', 'Ramadan Buffet', 'Guaranteed to be Halal', ataupun 'Food for Muslims' disalahartikan. "Jika penyelenggaranya menggunakan istilah 'Ramadan Buffet', ini mengesankan jika makanan yang disajikan halal," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iapun menghimbau untuk menghindari restoran yang belum jelas status kehalalannya. Lebih lanjut, New Strait Times mengungkap, di Malaysia, hanya ada 2 lembaga sertifikasi halal yang diakui, dan dikatakan jika status halal tak boleh dikeluarkan secara pribadi. Ada hukuman pidana dan denda untuk mereka yang menyalahgunakan ketentuan ini.
(flo/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN