Muslim Amerika Khawatirkan Soal Standar Makanan Halal

Muslim Amerika Khawatirkan Soal Standar Makanan Halal

Flora Febrianindya - detikFood
Jumat, 28 Jun 2013 13:11 WIB
Ilustrasi: Thinkstock
Jakarta - Pemberitaan soal McDonald's Dearborn, Michigan yang tak lagi menyajikan menu halal membuat masyarakat muslim Amerika cemas. Pasalnya, menu yang diklaim halal rupanya terbukti tidak halal. Ini mencerminkan standar halal yang tidak sesuai prosedur serta merugikan kaum muslim.

Seperti dirilis oleh Huffington Post (27/06/2013), meroketnya popularitas makanan berlabel halal di Amerika rupanya justru memicu kebingungan dan kontroversi di antara masyarakat muslim. Pasalnya, ditemukan banyak kasus produk makanan yang diakui halal, namun terbukti mengandung unsur tidak halal.

Selain kasus McDonald's di Dearborn, Michigan, salah satu kasus lainnya terjadi di Orange County, California. Sebuah supermarket harus membayar denda lebih dari 5 miliar rupiah karena terbukti keliru menempatkan label daging, dan menempelkan logo halal pada daging campuran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada banyak kecurangan. Saya lega McDonald's menghentikan yang disebut ayam halal karena produk itu tidak betul-betul halal," kata Syed Rasheeduddin Ahmed dari Muslim Consumer Group.

Berdasarkan catatan Huffington Post, produk halal di Amerika memang meningkat drastis. Dari hanya 10 produk di tahun 1970, kini angkanya sudah jauh meningkat hingga lebih dari 2.300 produk di tahun 2012. Menurut Islamic Food and Nutrition Council of America, kini sudah ada hampir 7.000 restoran halal di Amerika.

"Perlindungan hukumnya masih rendah, seringkali terdapat produsen yang tidak jujur yang memanfaatkannya," kata Shahed Amanullah, pendiri situs yang mengulas soal restoran halal zabihah.com. Shahedpun banyak menerima laporan jika restoran berlabel halal banyak yang keliru mengartikan konsep halal.

(flo/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads