Punya Standar Halal Sendiri, Kyrgyzstan Optimis Tingkatkan Produtivitas

Punya Standar Halal Sendiri, Kyrgyzstan Optimis Tingkatkan Produtivitas

Flora Febrianindya - detikFood
Jumat, 17 Mei 2013 16:45 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Dalam menetapkan fatwa halal, sebelumnya Kyrgyzstan menggunakan standar halal milik Malaysia. Kini, badan halal Kyrgyzstan tak lagi menjadikan standar halal negeri jiran tersebut sebagai acuan, dan akan menetapkan standar halal sendiri.

Di Kyrgyzstan, sertifikasi halal dikeluarkan oleh Islamic Centre's Certification Committee dengan mengadopsi standar halal Malaysia. Seperti diberitakan Central Asia Online (16/05/2013), hal ini menimbulkan konflik antara badan halal tersebut dengan organisasi Spiritual Administration of Muslim of Kyrgyzstan (SAMK).

Solusinya, Islamic Centre's Certificates Committee dan SAMK akhirnya memutuskan untuk mengeluarkan standar halal sendiri. Rencananya, akan didirikan National Halal Association yang menangani urusan halal di Kyrgyzstan. Dengan begitu Kyrgyzstan akan menjadi negara kedua di kawasan Asia Tengah yang memiliki standar halal sendiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Standar halal yang dikeluarkan secara mandiri bukan tanpa alasan. Di Kyrgyzstan, ada beragam makanan yang sering dikonsumsi, namun tak lazim dinikmati di negara lain seperti Malaysia. Contohnya adalah produk susu kuda, di mana Malaysia tak punya standar halalnya.

Hingga kini, sertifikasi halal baru dikeluarkan untuk produk daging. Namun seperti dituturkan Myktybek haji Arstanbek selaku juru bicara Eurasian Union for Halal Standardization, nantinya standar halal juga akan mencakup sektor ekonomi, hingga farmasi dan kosmetik.

Tak hanya karena jumlah warga Muslim yang meningkat, namun meningkatnya peningkatan produk halal juga dipicu oleh pengakuan masyarakat akan kebersihan dan kualitas produk halal. "Sayangnya, banyak warga lokal yang masih naif dan percaya jika produk bertuliskan tulisan arab berarti dijamin halal," ungkap Arstanbek.

Hal inipun mendapat dukungan penuh dari pihak pemerintah setempat. "Kami akan membantu perkembangan standar ini, karena industri halal kini menjadi industri yang menjanjikan di berbagai negara," kata Berdimamat Adanbayey selaku kepala Departemen Regulasi Teknis di bawah Kementerian Perekonomian Kyrgyzstan.

(flo/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads