Food Agency Swedia menemukan jika salami yang diimpor dari Slovenia mengandung 10 persen unsur babi. Dari sana, akhirnya dilakukan pengamatan lebih lanjut terhadap produk-produk salami asal Slovenia lainnya.
Menurut situs Sveriges Radio (10/04/2013), dari 99 sampel produk salami, 9 di antaranya positif memiliki unsur babi, mayoritas sekitar 1 persen. Salami sendiri merupakan produk olahan daging yang diawetkan dengan lemaknya. Biasanya dibuat dalam bentuk silinder dan kemudian diiris tipis-tipis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak bisa diterima jika produk berlabel halal mengandung daging babi. Ada banyak orang yang jelas-jelas tidak makan babi, jadi ini penting untuk perusahaan bertanggung jawab dan memastikan jika produk mereka tidak dijual dalam keadaan yang tidak sesuai standar," kata Louise Nyholm.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN