Kebijakan tersebut merupakan salah satu bentuk kesepakatan Qantas Airways dengan maskapai asal Timur Tengah, Emirates Airline. Kerjasama tersebut membuat maskapai asal Australia ini menghapuskan menu berbahan babi, khusus untuk penerbangan dari dan menuju benua Eropa melalui Dubai.
Penghapusan bahan daging babi dan alkohol pada makanan tak akan banyak mempengaruhi rasa dan kualitas makanan. "Menu di Qantas mengikuti aspek budaya pada rute internasional yang kita tuju," kata juru bicara Qantas, seperti dimuat dalam Daily Telegraph (05/04/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perubahan menu di Qantas Airline menuai beragam reaksi dari masyarakat. Bahkan maskapai ini dianggap rasis, karena hanya menyajikan makanan sesuai ketentuan umat muslim saja. Namun menurut kepala juru masak, Neil Perry dalam News Australia (06/04/2013), perubahan menu justru menandakan keragaman budaya dan latar belakang masyarakat yang ada di Australia.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN