Sebagai tindak lanjut, Norwegia Food Safety Authority (NFSA) akan mengajukan keberatan terhadap produsen daging kebab tersebut. Pasalnya, ditemukan kandungan daging babi antara 5 hingga 30 persen di dalam produk bernama Kuraas. Daging ini banyak dipasok ke restoran-restoran.
"Kami akan mengajukan keberatan terhadap produsennya. Dalam produk halal, seharusnya tidak ada unsur babi sama sekali, dan ketika kami menemukannya, kami tak percaya jika itu hanyalah ketidaksengajaan semata, namun itu tipuan," ungkap perwakilan NFSA, Catherine Signe Svinland pada Agence France Presse, seperti dimuat dalam media Norwegia, The Local (16/03/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami membeli daging halal dalam jumlah besar, dan kami bisa menunjukkan tanda bukti pembelian dan penjualannya. Kandungan babi di produk ini terjadi hanya karena ada aturan yang tak diikuti," kata Kenneth Kuraas. Menyadari produknya sedang mendapat sorotan tajam, perusahaan Kuraas telah mengirimkan surat permintaan maaf pada Islamic Council di Norwegia.
Sebelumnya, kandungan babi pada produk halal juga ditemukan di sekolah-sekolah di Inggris. Setidaknya 7 sampel menu berbahan sosis di 3 sekolah diketahui memiliki unsur babi. Bahkan sempat ditemukan juga pie mengandung daging babi pada menu yang disuplai katering halal di kawasan County Tyrone pada sebuah rumah tahanan.
(flo/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN