Begitu memasuki cafe yang baru berdiri selama 6 bulan ini, Anda akan dilayani oleh seorang pelayan yang akan mengantarkan Anda ke kursi yang paling tepat. Apakah di wilayah khusus wanita, khusus keluarga, ataupun khusus suami istri. Untuk menghidupkan suasana, musik pop Islami diputar selama jam buka.
Menu yang ditawarkan antara lain pizza, panini, sunshine cocktails, aneka kopi, fruity drink, juga cherry cola soda pop. Tak ada pilihan bir, hookah, ataupun rokok di cafe ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun diakui Sayed, tak ada pengecekan berlebihan untuk para pengunjungnya. "Kami disini bukan sebagai pengatur moral yang mengecek tanda pengenal dan surat nikah. Kadang kami membuat pengecualian, contohnya ketika sekelompok pelajar meminta izin untuk belajar dengan teman-temannya," kata Sayed.
Meski begitu, tetap ada peraturan khusus di cafe ini. Misalnya pihak cafe akan menegur pengunjung yang mengganggu. Selain itu, D.cappuccino juga selalu menutup gerainya tiap memasuki waktu ibadah.
Pria 28 tahun ini baru berani membuka cafe ini setelah jatuhnya Presiden Hosni Mubarak. Namun dalam situs World Crunch, ia tak ingin membahas lebih lanjut soal masalah politik. Sayed mendeskripsikan cafenya sebagai 'pengalaman baru'.
(flo/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN