Makanan Halal Harus Didukung oleh Ilmu dan Teknologi

Makanan Halal Harus Didukung oleh Ilmu dan Teknologi

Flora Febrianindya - detikFood
Selasa, 18 Sep 2012 17:56 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta -

Produk halal Thailand makin menunjukkan eksistensinya. Tahun lalu, Thailand memegang peringkat pertama di Asia sebagai pengekspor makanan halal terbesar. Kini, Thailand makin gencar mempromosikan produk halal ke berbagai belahan dunia.

Seperti dilansir dari situs halalfocus, tahun lalu, total ekspor produk halal Thailand angkanya mencapai 4.8 miliar dollar Amerika untuk pengiriman ke 57 negara. β€œNegara kami masih memiliki banyak kesempatan untuk mengekspor makanan halal lebih banyak lagi di masa depan,” kata Assoc. Prof. Winai Dahlan, dari Halal Science Center di Chulalongkorn University.

Namun produk halal Thailand masih memiliki beberapa kendala. Di antaranya adalah sistem logistik, dan juga konsistensi kualitas. Karenanya, Prof. Winai menganjurkan produsen makanan halal Thailand mengaplikasikan Hal-Q Quality Control System (Hal-Q QCS) juga QR code untuk memastikan kualitas produk saat melewati proses produksi dan juga distribusi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kualitas memang menjadi daya jual dari produk halal asal Thailand, China, Vietnam, dan tentunya Indonesia. Menurut Prof. Dahlan, ilmu dan teknologi pangan menjadi modal dalam persaingan ini. Mulai dari harga, kualitas, juga harga jual menjadi pertimbangan diterimanya produk halal di masyarakat global.

(dyh/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads