Dalam forum yang diselenggarakan di Gedung SMESCO Jakarta pada Kamis (5/7) ini, dilakukan beberapa presentasi dari perwakilan beberapa negara. Di antaranya adalah Drs. H. Amidhan Shaberah selaku ketua MUI, Adhi Lukman dari Gabungan Asosiasi Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMI), Dr. Stephan Heck selaku Director Quality of DSM Switzerland, juga Walter Van Hattum, Ketua Delegasi European Union dan juga perwakilan dari berbagai negara lainnya.
Amidhan Shaberah menyampaikan presentasi dengan judul βWhy Indonesia as the World Halal Centerβ. Seperti dituturkan Amidhan, ada beberapa poin yang membuat Indonesia patut disebut sebagai pusat halal dunia. Di antaranya adalah Indonesia merupakan negara dengan jumlah muslim terbanyak, juga merupakan pasar halal terbesar di dunia. Juga karena adanya sertifikasi halal MUI yang diakui dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Director Quality of DSM Dr. Stephen Heck memaparkan bagaimana produk berkualitas yang diinginkan masyarakat. Menurutnya, produsen perlu meningkatkan sensitifitasnya mengenai kualitas dan keamanan produk, serta transparansi bahan-bahan yang digunakan. Juga produsen juga harus memperhatikan aspek sosial, kepantasan dan lingkungan.
Dalam kesempatan yang sama, Walter Van Hattum dari European Union juga menyampaikan beberapa hal tentang makanan halal di Eropa. Di Eropa, standar makanan halal makin meningkat dan makin memperlihatkan kemajuannya. Bahkan Committee for Standardization (CEN) Eropa telah mengeluarkan Feasibility Study Report yang meneliti soal penyembelihan hewan, prosedur kebersihan, cara tanam, jenis bahan-bahan, dan juga nutrisi akan makanan halal di Eropa.
Dalam akhir presentasinya, Walter memberikan beberapa rekomendasi soal peningkatan akses penjualan makanan halal, di antaranya adalah dengan meningkatkan hubungan antara pemegang saham, meningkatkan kepercayaan dan kewaspadaan, juga lebih memperhatikan proses pengolahan makanan secara lebih seksama.
(dyh/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN