Ningxia Ingin Jalin Kerjasama Halal Di Indonesia

Ningxia Ingin Jalin Kerjasama Halal Di Indonesia

- detikFood
Rabu, 21 Mar 2012 18:37 WIB
Foto: china.org.cn
Jakarta - Pemerintah otonom kota Ningxia Hui di Cina telah menyatakan keinginan untuk membangun kemitraan di Indonesia. Kota yang ditunjuk sebagai pusat makanan halal Cina tersebut pun menyatakan keinginannya lewat Wakil Direktur Jendral urusan luar negeri Ningxia.

Seperti yang dikutip oleh detikFood dari Antara, Wakil Direktur Jendral urusan luar negeri Ningxia, Zhang Yexing menyatakan keinginannya tersebut kepada para wartawan. Yexing mengatakan pemerintah Ningxia ingin sekali menjalin kerjasama terutama dalam memproduksi makanan halal dengan kota-kota di Indonesia.

"Atas nama kantor urusan luar negeri Ningxia, kita mengungkapkan keinginan kami untuk membangun hubungan kekeluargaan dengan salah satu kota di Indonesia," kata Zhang Yexing, wakil direktur jenderal kantor urusan luar negeri Ningxia itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para etnis Hui membentuk mayoritas penduduk di Ningxia, salah satu dari lima daerah otonom di Cina dan dihuni oleh 6,3 juta orang. Diantaranya 2,3 juta adalah etnis muslim Hui dan terdapat sekitar 4000 masjid di Ningxia.

Dia mengatakan pemerintah Cina telah menunjuk Ningxia sebagai pusat makanan halal, sekaligus kantor jasa sertifikasi makanan halal di provinsi ini.

"Kami ingin mencari sebuah kota yang bisa melengkapi Yinchuan. Kami ingin menjalin kerjasama dengan sebuah kota yang dapay menyediakan makanan halal di Indonesia, "kata Yexing.

Pejabat itu menyatakan harapan bahwa Yinchuan dan Indonesia suatu hari dapat bekerjasama untuk mengekspor produk makanan halal ke luar negeri, ternasuk memenuhi kebutuhan permintaan dalam negeri masing-masing.

Ningxia juga telah mengembangkan kemitraan perdagangan dengan lebih dari 120 negara dan telah menjalin hubungan persaudaraan dengan 23 provinsi dari seluruh dunia. Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono sendiri dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke Beijing pada 22-24 Maret 2012 bersama dengan 30 delegasi bisnis terkuat.

(dev/dev)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads