LPPM MUI Luncurkan Buku Kehalalan Produk Fermentasi

LPPM MUI Luncurkan Buku Kehalalan Produk Fermentasi

- detikFood
Jumat, 03 Feb 2012 19:04 WIB
Foto: LPPOM MUI
Jakarta - Buku yang membahas tentang proses fermentasi yang ditinjau dari dua aspek sekaligus, aspek sains dan syariah relatif tergolong langka. Apalagi bila dikaitkan dengan masalah kehalalannya. Namun, kini telah terbit buku yang mengupas kedua permasalahan tersebut.

Teknologi fermentasi kini dapat dipandang sebagai bagian yang tak terpisahkan dari teknologi pangan. Untuk produk-produk teknologi fermentasi pangan yang non-tradisional, khususnya produk-produk bahan tambahan pangan yang berupa metabolit yang dihasilkan selama proses. Contohnya asam-asam organik, asam-asam amino, enzim dan jenis protein lainnya seperti hormon sebenarnya butuh penelaahan yang mendalam.

Mengingat hal semua, maka jelas urgensi buku yang dapat mengupas masalah tersebut sangat penting. Hal itulah yang mendorong LPPOM-MUI dan Pustaka Jurnal Halal menerbitkan buku tentang "Kehalalan Produk Fermentasi-dari Era Nenek Moyang sampai Kini". Buku tersebut ditulis oleh Dr.Ir. Budiatman Satiawihardja M.Sc.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sang penulis adalah staf pengajar pada Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Selain itu, ia juga mengemban amanah bidang Pengkajian dan Penelitian di LPPOM MUI. Budiatman juga banyak berkecimpung dalam penelitian teknologi bioproses untuk menghasilkan produk enzim-enzim hidrolitik, asam-asam organik dan asam-asam amino. Begitu juga dengan masalah-masalah yang berkaitan dengan teknologi pangan.

Tak heran jika isi buku ini sarat dengan paparan tentang pengertian apa yang disebut dengan proses fermentasi dalam arti luas. Termasuk bagaimana proses fermentasi dilakukan mulai dari jenis-jenis yang menghasilkan produk fermentasi tradisional sampai jenis-jenis yang menghasilkan produk-produk fermentasi modern, termasuk teknik-teknik yang terlibat di dalamnya.

Dijelaskan pula prinsip-prinsip kehalalan berdasarkan sudut pandang ayat-ayat Al Qur'an dan hadits. Dengan menggabungkan kedua pengetahuan ini diharapkan pembaca dapat memahami landasan dalam memutuskan kehalalan produk fermentasi, demikian pula dalam memahami Fatwa MUI tentang Produk Mikrobial. Diharapkan pula pembaca mendapatkan wawasan untuk menjadi seorang "ulil albab" yang baik sesuai dengan yang didefinisikan di dalam Al Qur'an.

Bukan hanya mengantarkan pembaca mengetahui seluk beluk tentang produk hasil olahan yang sangat beragam, buku yang ditulis lulusan S2 di bidang Teknologi Pangan, University of Mysore, India (1982), dan S3 di bidang rekayasa bioproses di University of New South Wales, Australia (1991) ini juga memberikan wawasan keilmuan dari sisi hukum Islam.

Sebagaimana diketahui, berbagai produk hasil olahan fermentasi semakin dicari kalangan pelaku usaha karena memilki keunggulan tertentu. Sebagai proses produksi dengan kisaran produk yang sangat luas, diyakini mampu meningkatkan cita rasa produk olahan pangan maupun bahan tambahan pangan dengan nilai ekonomis yang tinggi. Mengingat konsumen terbesar di Indonesia beragama Islam, maka penulis juga melengkapi pendekatan pembahasannya dari kaca mata halal-haram, yang merujuk pada fatwa yang telah dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Buku ini juga diterjemahkan dan diterbitkan dalam edisi Bahasa Inggris, dengan judul "A Review on the Fermentation Products, From the Ancestor Era Until the Recent Day".

(dev/dev)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads