Sebagian besar perusahaan di Afrika Timur kini mulai mengemas ulang produk-produk mereka dengan logo halal. Hal itu disebabkan makin menggeliatnya bisnis produk halal di negara tersebut. Bahkan Kenya Bureau of Halal Certification (KBHC) - lembaga sertifikasi halal Kenya - ikut kebanjiran permohonan halal dari berbagai macam produk.
Menurut sensus penduduk nasinal di tahun 2009, diperkirakan terdapat sekitar 3 juga penduduk muslim di Kenya. Dimana angka tersebut kira-kira sekitar 7% dari jumlah total penduduk yaitu 39 juta orang. Namun berdasarkan perkiraan, angka 3 juta tersebut akan mencapai 6 juta orang di tahun 2030. Peningkatan tersebut diperkirakan juga dipengaruhi oleh masuknya bangsa Somali ke Nairobi sementara lainnya tinggal di kamp-kamp pengungsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut KHBC, hanya perusahaan-perusahaan yang telah melalui tahap sertifikasi ketat yang bakal memperoleh sertifikat halal dan logo halal. Nantinya perusahaan terkait bisa menempelkan logo halal tersebut di produk-produk keluaran mereka. Atau bahkan sertifikasi halal yang mereka peroleh bisa digunakan untuk mempromosikan atau mengiklankan produk-produk mereka.
Salah satu perusahaan yang mengemas ulang brand mereka adalah Kenchic yang mengunakannya pada produk dan makanan-makanan mereka. Jika industri halal biasanya mereka akan menempel logo halal tepat di sebelah nama perusahaan mereka. Beberapa perusahaan yang telah memiliki logo halal antara lain Galito's Baker's Inn dan Kenchic yang merupakan perusahaan spesialisasi yang memproduksi ayam, cake, pizza, sosis, samosa, kentang goreng, dll.
Namun warga muslim Kenya juga diperingatkan untuk tetap berhati-hati, sebab banyak perusahaan-perusahaan yang mengambil keuntungan dari booming halal ini. Biasanya perusahaan tersebut akan mencantumkan logo halal palsu pada produk-produk mereka, meski sebenarnya mereka belum diakui secara resmi oleh KHBC.
(dev/dev)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN