WHFC Bahas Strategi dan Nilai Tambah Produk Halal

WHFC Bahas Strategi dan Nilai Tambah Produk Halal

- detikFood
Selasa, 17 Jan 2012 17:03 WIB
Foto: dev/detikFood
Jakarta - Setelah kemarin dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden RI, Boediono. Konferensi Dewan Pangan Halal Dunia hari ini masih berlangsung di Hotel Sutan, Jakarta. Beberapa pokok bahasan pun dikemukakan termasuk membuat strategi halal dalam perdagangan dunia.

Pertemuan tahunan Konferensi Dewan Pangan Halal Dunia atau WHFC sukses diresmikan kemarin (16/1) di Istana Wakil Presiden. Peresmian tersebut juga ditandai dengan penyerahan buku Persyaratan Sertifikasi Halal oleh Direktur LPPOM MUI dan President WHFC, Ir. Lukmanul Hakim kepada Wakil Presiden RI, Boediono. Selain itu, sebuah Workshop Internasional juga digelar dengan mengangkat tema "Indonesia's Role for Strengthening Global Halal".

Hari ini (17/1), konfrenfrensi WHFC kembali diselenggarakan di Hotel Sultan, Jakarta. Pertemuan kali ini mengambil tema International Halal Standard: Make the Frontier Global Trade. Strategi dan rancangan untuk membuat halal sebagai garda terdepan dalam perdagangan dunia menjadi pokok bahasan utama. Pertemuan hari ini juga merupakan tindak lanjut dari workshop yang dibuka sehari sebelumnya oleh Wakil Presiden RI, Boediono.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua MUI, KH Amidhan, dalam sambutannya mengatakan bahwa ketentuan halal bukan hanya ketatapan yang berlaku untuk kaum Muslimin saja secara terbatas. Melainkan juga halal merupakan kebutuhan bagi umat manusia sebagaimana diisyaratkan oleh Allah di dalam Al-Quran, yang memerintahkan umat manusia untuk mengkonsumsi produk/makanan yang halal (Q.S. 2:168).

Pada kenyataannya kini, banyak kalangan non-Musim sekalipun lebih memilih produk konsumsi yang halal. Terbukti bahwa konsumsi produk halal terus meningkat dari waktu ke waktu. Bahkan tidak hanya di negara-negara dimana muslim sebagai mayoritas, tetapi juga di negara-negara Eropa, Amerika maupun Australia. Dengan demikian halal telah menjadi kebutuhan dalam perdagangan global saat ini.

Sementara itu, Direktur LPPOM MUI, Ir. Lukmanul Hakim, MSi dalam sambutannya menandaskan bahwa ketentuan halal bukan sekadar objek dengan poin-poin yang dianggap 'menakutkan' dan memberatkan bagi kalangan pengusaha. Tetap seharusnya dapat menjadi "Leading Sector" yang memberi nilai tambah bagi dunia usaha.

Menurutnya dalam aspek halal terkandung nilai-nilai yang bersersifat universal. Misalkan saja seperti kualitas pangan, keamanan dan kesehatan pangan, yang kesemua itu sangat dibutuhkan oleh para konsumen. Dalam hal ini bukan hanya kaum Muslimin, melainkan juga oleh umat manusia secara umum. Maka dalam konfrensi ini juga secara bersama-sama membahas standar-standar dalam proses sertifikasi yang dapat memberi nilai tambah halal.

Konfrensi WHFC sendiri masih akan berlangsung hingga besok (18/2) di Hotel Sultan, Jakarta. Konfrensi ini dihadiri oleh pimpinan lembaga sertifikasi halal internasional dari 14 negara.

(dev/dev)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads