Para pelaku travel dan wisata di mesir mengkhawatirkan proposal yang diajukan oleh pemimpin politik negara tersebut, Salafi. DFalam proposal wisata halal yang diajukan, nantinya akan melarang peredaran alkohol dan wisatawan berbikini di pantai, serta menyembunyikan patung-patung. Kelompok politik Salafi, terutama Partai Nour merupakan partai yang berhasil memenangkan putaran pertama pemilihan parlemen.
"Pernyataan-pernyataan ini menimbulkan banyak reaksi dari perusahaan wisata luar negeri, banyak yang menelepon dan mengirim faks untuk menanyakan tentang situasi dan nasib pariwisata Meskir di masa mendatang. Terutama karena pesta malam, alkohol dan berbikini di pantai merupakan hal penting bagi wisatawan," kata Maggie Hanna, seorang pemandu wisata piramida di Giza seperti yang dikutip dari halalfocus.com.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanna mengatakan ia mengharapkan seluruh masyarakat Mesir akan menolak pariwisata halal "berdasarkan sifat dari orang-orang Mesir". Bahkan jika masyarakat mendukung politik Salafi, mereka akan berpikiran terbuka dengan menerima orang-orang lain apa adanya.
Mohammed al-Buni, seorang pemilik toko yang menjual souvenir di pusat kota Kairo, mengatakan ia mengkhawatirkan nasibnya dan nasib ribuan pekerja yang menjual patung-patung antik seperti dirinya. "Semua barang kami adalah patung, dan semua wisatawan datang ke Mesir untuk melihat patung-patung dan piramida dan menikmati pantai yang indah. Ini adalah atraksi wisata kami dan kami sangat bergantung dalam menjualnya," jelasnya.
Al-Buni mengatakan satu dari setiap delapan orang Mesir bekerja di sektor pariwisata merasakan keuntungan itu. Di samping sektor-sektor lain yang juga mengandalkan dari sektor pariwisata. Pariwisata menghasilkan lebih dari 2 miliar dollar per tahun.
Sehubungan dengan melarang bikini di pantai, Hosni Bassiouni, direktur sebuah hotel di Sharm el-Sheikh, kepada Al-sayid, "Ini akan menjadi bencana jika itu terjadi. Pantai di Mesir dikenal untuk keterbukaan dan kebebasan, dan jika ini berubah maka akan menjadi kehilangan besar," katanya. "Tidak ada turis Eropa akan mampu beradaptasi dengan situasi baru. Wisatawan dari wilayah Teluk, yang merupakan sumber uang untuk pariwisata Mesir, tidak akan senang dengan larangan ini dan mereka tidak akan kembali lagi".
Restoran dan klub malam pemilik menyatakan keprihatinan tentang dampak potensial pada larangan penjualan minuman beralkohol. Namun, Dr. Nader Bakkar juru bicara dari Salafist Nour Party mengatakan bahwa pariwisata halal dapat membangkitkan sektor pariwisata. Bahkan ia menjanjikan partai tersebut telah memiliki rencana untuk melipatgandakan jumlah turis sehingga dapat meningkatkan pendapatan di sektor pariwisata.
(dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN