Beberapa tahun belakangan ini trend halal semakin meluas bahkan hingga ke Amerika dan Eropa khususnya negara D-A-CH yang terdiri dari Jerman, Austria, dan Swiss. D-A-CH sendiri merupakan sebutan bagi negara yang memakai bahasa Jerman sebagai salah satu bahasa utamanya. Jerman dengan penduduk sebesar 82 juta orang, saat ini kaum muslimnya menduduki peringkat ke-3 yaitu sebanyak 4 juta orang. Begitu pula dengan di Austria sebanyak 340.000 orang dan 310.800 untuk Swiss.
Jika dijumlahkan terdapat sekitar 4,6 juta muslim tinggal di negara-negara D-A-CH. Sementara European Union memiliki 16 juta penduduk muslim dan sekitar 54 juta muslim ada di seluruh Eropa. Meskipun tidak seluruh penduduk muslim mengkonsumsi produk halal dengan cara yang sama dan tidak semua menaati peraturan agama secara ketat dalam mengkonsumsi makanan. Tetapi pasar halal sudah menjadi sedemikian penting.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya adanya peningkatan permintaan akan produk halal tersebut belum dapat terpenuhi secara menyeluruh. Banyak lembaga-lembaga sertifikasi halal terkait di negara tersebut yang diakui sepenuhnya diakui secara global. Bahkan European Halal Trade Fair yang rencananya diselenggarakan pada 26-28 November 2011 lalu pun ditunda.
Hal tersebut tentunya menjadi salah satu kendala bagi negara-negara D-A-CH dalam memperluas pasar halal ke seluruh dunia khususnya Timur Tengah dan Asia. Lembaga sertifikasi halal yang sudah mendapat pengakuan dari MUI antara lain, European Institute of Halal Certification (Jerman) dan Halal Certification Service (Swiss). Tentunya dengan peningkatan permintaan terhadap sertifikasi halal, menjadi agenda bagi negara-negara D-A-CH untuk mulai lebih serius dalam menangani permasalahan halal.
(dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN