Tidak dapat dipungkiri halal kini telah menjadi pasar yang semakin menjanjikan. Besarnya keuntungan dari produk halal yang meningkat setiap tahunnya kini membuka peluang tak terbatas bagi setiap negara di dunia untuk menciptakan pasar halal. Tak terkecuali bagi Filipina yang memiliki penduduk muslim minoritas yaitu sebesar 5% dari total jumlah penduduk yang ada.
Meski kaum muslim Filipina minoritas, namun Islam sendiri sudah masuk ke negara tersebut antara abad ke-12 sampai ke-14 lampau. Bangsa Moro - sebutan buat Islam Filipina - merupakan hasil pengaruh para pedagang Persia dan juga dari kesultanan Malaysia yang membawa Islam ke negara tersebut. Tak heran kalau sejumlah masjid bertebaran di beberapa kota di Filipina, seperti di Manila, Pasig City, Calocaan, dan Taguig tempat masjid tertua Sheikh Karimul Makhdum Mosque berada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam beberapa tahun terakhir ini, turis dari Timur Tengah dan Asia banyak yang menanyakan ketersediaan makanan halal di Filipina. Mengingat banyaknya permintaan dan kami juga tidak bisa mengabaikan jumlah turis yang bakal berkunjung sehingga kami memang harus mulai menyediakan lebih banyak makanan halal," ujar Shalimar Hofer Tamano selaku direktur dari Department of Tourism (DoT), Philipines.
Menurutnya hotel halal tersebut tidak hanya menyediakan makanan halal tanpa daging babi semata. Tetapi juga diolah sesuai dengan syariah Islam dan juga tidak menjual produk beralkohol lainnya. Dengan begitu, Manila Halal dapat menjadi tujuan bagi turis muslim dari seluruh dunia jika berkunjung ke Filipina, khususnya Manila.
Tidak hanya Manila Hotel, beberapa restoran halal pun mulai muncul di berbagai kota di Filipina. Sebut saja Mindanao Resto Halal, Moud's Chicken Halal di Manila, Hossein's Persian Kebab di Makati, Ghazal di Ermita, dan masih banyak lainnya.
(dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN