Muslim Cina terus membangun dan memperkokoh eksistensinya dengan membangun industri halal. Selain untuk memenuhi kebutuhan umat Islam di Cina juga untuk mengekspor ke negara-negara muslim.
Dalam kunjungan wartawan wartawan Indonesia dan Malaysia, Selasa (8/11), Ketua Komisi Makanan Halal Ningxia, Wang Shengjun pun menjelaskan. "Saat ini sudah lebih dari 10.000 pabrik, restoran makanan, dan minuman yang menerima sertifikat halal," ungkap Wang Shengjun, di Yinchuan, ibu kota Provinsi Ningxia kepada wartawan seperti yang dikutip dari halalmui.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Industri halal Ningxia terus melebarkan sayapnya hingga ke pasar domestik, bahkan semua makanan di penerbangan dari Beijing ke Urumqi, atau Beijing ke Yinchuan, ibu kota Ningxia, sudah halal.
"Bukan hanya domestik, kami sudah bekerja sama dengan industri halal Arab Saudi, Qatar, Mesir, dan Malaysia untuk saling mengakui sertifikat halal, sehingga produk kami dapat masuk ke pasar mereka. Begitu pula sebaliknya," kata Wang Shengjun.
Saat ditanya mengapa belum terjalin kerjasama dengan Indonesia ia pun menjawab, "Kami baru mulai kerja sama internasional sejak 2008. Dengan Malaysia sejak 2006 dan baru-baru ini kami sudah berkunjung ke Indonesia. Kedepannya kami ingin sekali menjalin kerjasama dengan industri halal Indonesia karena Indonesia penting bagi kami."
Industri halal Ningxia sudah dilengkapi laboratorium yang paling canggih di Cina ditambah 15 pakar dan 300 staff. "Biaya untuk mendapatkan sertifikat halal di Cina sangat murah, yakni cuma 3.700 yuan atau Rp5,1 juta. Meskipun sudah banyak perusahaan memiliki label halal, namun sewaktu-waktu petugas akan datang ke pabrik dan meninjau proses produksi," jelasnya.
Ningxia merupakan provinsi di Cina yang mendapatkan otonomi sejak 1958. Provinsi ini dikenal sebagai provinsi yang memiliki mayoritas muslim terbanyak di Cina yaitu etnis Hui. Selain etnius Hui terdapat 35 etnis Cina lainnya yang hidup di Ningxia.
"Dari 6,3 juta warga yang tinggal di Ningxia, sekitar 2,25 juta atau 38% merupakan etnis Hui muslim, sisanya merupakan etnis Han, dan etnis Cina lainnya," tutup Wang Shengjun.
(dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN