Selama ini, ada sebutan 'Kosher' untuk makanan Yahudi dan 'Vegetarian' untuk kaum Hindu. Namun sebutan 'Makanan Muslim' untuk kaum Muslim tanpa disadari menimbulkan efek negatif. Dimana efek tersebut menyangkut isu-isu yang cukup vital seputar agama maupun ras. Oleh karena itu, Mohamed Jinna selaku CEO dari Halal India ingin mengajak lembaga sertifikasi halal internasional berupaya mengatasi permasalahan tersebut.
Sebagai salah satu usahanya, Mr. Jinna sebagai perwakilan dari Halal India baru-baru ini telah melayangkan surat kepada The Air Transport Association (IATA). Dalam suratnya, Halal India meminta IATA untuk mempertimbangkan penggantian label halal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Halal India sendiri mengusulkan perubahan tersebut mengingat faktor agama sangat sensitif. Penulisan 'MOML' (Muslim Meal) dianggap merupakan bentuk diskriminasi terbuka kepada kaum muslim. Ia menilai masyarakat yang mengunakan jasa layanan perbangan mana pun, seharusnya memperoleh perlakuan yang sama termasuk dalam menikmati pelayanan makanan dan minuman di pesawat.
Selain itu hingga hari ini, masih banyak layanan katering khusus maskapai penerbangan yang mencantumkan label "MOML" tanpa proses sertifikasi halal yang sebenarnya. Mereka mengklaim diri bahwa makanan tersebut dapat dikonsumsi oleh penumpang muslim. Karena hal itu pula diharapkan IATA dapat membenahi permasalahan tersebut. Efek dari menjawab kebutuhan konsumen ini diyakini Halal India akan merubah image maskapai penerbangan di seluruh dunia ke arah yang lebih baik.
(dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN