Label Katering Halal Baru Khusus Maskapai Penerbangan

Label Katering Halal Baru Khusus Maskapai Penerbangan

- detikFood
Rabu, 02 Nov 2011 18:16 WIB
Jakarta - India mengusulkan agar label makanan halal yang tertera pada katering maskapai penerbangan dapat dirubah. Perubahan tersebut dimaksudkan agar penyebutan 'Muslim Meal' tidak menimbulkan diskriminasi bagi pengguna jasa penerbangan seluruh dunia.

Selama ini, ada sebutan 'Kosher' untuk makanan Yahudi dan 'Vegetarian' untuk kaum Hindu. Namun sebutan 'Makanan Muslim' untuk kaum Muslim tanpa disadari menimbulkan efek negatif. Dimana efek tersebut menyangkut isu-isu yang cukup vital seputar agama maupun ras. Oleh karena itu, Mohamed Jinna selaku CEO dari Halal India ingin mengajak lembaga sertifikasi halal internasional berupaya mengatasi permasalahan tersebut.

Sebagai salah satu usahanya, Mr. Jinna sebagai perwakilan dari Halal India baru-baru ini telah melayangkan surat kepada The Air Transport Association (IATA). Dalam suratnya, Halal India meminta IATA untuk mempertimbangkan penggantian label halal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti yang diketahui, selama ini label halal pada katering maskapai penerbangan mencantumkan istilah 'MOML' (Muslim Meal) untuk makanan halal. Sedangkan makanan Kosher bagi kaum Yahudi ditulis sebagai KSML (Kosher Meal) bukan 'Yahudi Meal' dan 'Vegetarian' untuk kaum Hindu. Oleh karena itu, Halal India meminta IATA agar mau mempertimbangkan label 'MOML' (Muslim Meal) menjadi Halal Meal.

Halal India sendiri mengusulkan perubahan tersebut mengingat faktor agama sangat sensitif. Penulisan 'MOML' (Muslim Meal) dianggap merupakan bentuk diskriminasi terbuka kepada kaum muslim. Ia menilai masyarakat yang mengunakan jasa layanan perbangan mana pun, seharusnya memperoleh perlakuan yang sama termasuk dalam menikmati pelayanan makanan dan minuman di pesawat.

Selain itu hingga hari ini, masih banyak layanan katering khusus maskapai penerbangan yang mencantumkan label "MOML" tanpa proses sertifikasi halal yang sebenarnya. Mereka mengklaim diri bahwa makanan tersebut dapat dikonsumsi oleh penumpang muslim. Karena hal itu pula diharapkan IATA dapat membenahi permasalahan tersebut. Efek dari menjawab kebutuhan konsumen ini diyakini Halal India akan merubah image maskapai penerbangan di seluruh dunia ke arah yang lebih baik.

(dev/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads