Negara-negara Eropa yang dulu belum begitu akrab dengan istilah produk halal, kini justru semakin menunjukkan minat yang besar terhadap berbagai produk halal. Di Italia, misalnya masyarakat mulai terbiasa menemukan makanan berlabel halal di supermarket-supermarketnya.
"Potensi Pengembangan pada pasar mencapai sekitar 4 atau 5 miliar euro," ungkap Hamid Roberto Distefano. Beliau merupakan Direktur Lembaga Sertifikasi Halal (LSH) di Italia, sebuah lembaga yang berwenang mengeluarkan sertifikasi halal di negara setempat untuk produk dan perusahaan. Sayang LSH sendiri saat ini belum memiliki kerjasama dengan LPPOM MUI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyaknya permintaan sertifikasi tersebut boleh dibilang sebuah langkah maju," kata Distefano pada sebuah pertemuan yang diselenggarakan oleh badan promosi (17/10) di Milan Chamber of Commerce. Ia menambahkan, banyak pihak yang ingin menjalin kerjasama terutama untuk ekspor. Sedangkan di pasar lokal Italia setidaknya ada 1,5 juta penduduk muslim. Mereka ingin memakan makanan halal, dan perusahaan-perusahaan tersebut memasok stok untuk sebagian toko-toko kecil.
Kini, label halal di Italia telah menjadi bagian dari budaya konsumsi masyarakat setempat. Hal itu bisa dilihat dari adanya tortellini dan sosis halal di pasar. Dimana kedua makanan tersebut merupakan makanan khas dari Italia.
Di luar makanan, Distefano menambahkan bahwa pihaknya juga memulai untuk memberikan sertifikasi perusahaan-perusahaan farmasi dan kosmetik. Kedua sektor tersebut juga sedang mengalami pertumbuhan secara internasional hingga 30%, dua kali lipat dari makanan halal.
(dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN