Turki Gelar 'Halal and Nutritious Food Conference'

Turki Gelar 'Halal and Nutritious Food Conference'

- detikFood
Kamis, 15 Sep 2011 18:22 WIB
Jakarta - Turki bakal kembali menggelar sebuah event halal berskala internasional yaitu 'Halal and Nutritious Food Conference'. Pembahasan seputar sertifikasi halal, implementasi halal, permasalahan halal di negara-negara Eropa dan isu halal lainnya akan menjadi bagian dari agenda event tersebut.

Untuk keempat kalinya bulan Oktober 2011 nanti, Turki akan menggelar 'Halal and Nutritious Food Conference'. Acara yang berlangsung dua hari pada 13-14 Oktober 2011 nanti, direncanakan akan memiliki agenda yang cukup padat. Berbagai negara ikut berpartisipasi di event berskala internasional ini, termasuk para narasumber ahli yang akan didatangkan dari berbagai negara termasuk Indonesia.

Event tersebut juga sedianya akan dilaksanakan bersamaan dengan Halal & Healthy Products yang diselenggarakan dengan topik "Importance of a global single standard for increasing Halal food trade". Selain diikuti oleh berbagai negara di dunia, event ini juga akan diikuti oleh sejumlah perwakilan dari organisasi konsumen, para profesional di bidang industri makanan, dan para akademisi bersama perwakilan dari NGO. Bahkan beberapa nama seperti Dr.Muhamad Nadratuzzaman Hosen dari MUI, Prof. Dr. Ahmet Akgunduz selaku rektor dari Rotterdam Islam University, dan Prof. Dr. Shuaimi Mustafa dari Malaysia direncanakan akan hadir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berbagai diskusi dan seminar yang akan digelar akan mengangkat permasalahan dan isu seputar halal. Mulai dari yang umum seperti permasalahan sertifikasi halal secara global, program setifikasi halal, dan bagaimana peluang bagi institusi sertifikasi halal untuk memperoleh standarisasi halal yang diterima luas.

Beberapa permasalahan seputar halal juga menjadi agenda penting di event ini. Misalkan saja tentang permasalahan seputar makanan halal yang kini sedang terjadi di negara-negara Eropa; isu seputar produksi gelatin, fungsi, dan alternatifnya; dan kehalalan makanan yang dibuat berdasarkan rekayasa genetika (transgenic food).

(dev/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads