Intertek Penuhi Permintaan Produk Halal India

Intertek Penuhi Permintaan Produk Halal India

- detikFood
Selasa, 05 Jul 2011 17:11 WIB
Jakarta - Meski memiliki banyak penduduk muslim, namun India masih belum memiliki akses dalam memenuhi permintaan akan produk halal yang berkualitas. Hal ini mendorong Intertek untuk memperluas pelayanannya di India termasuk dalam memasukkan sertifikasi produk halal makananan.

Meskipun bukan merupakan kaum mayoritas, tetapi India saat ini memiliki lebih dari 175 juta orang Muslim. Sayangnya hingga saat ini India masih belum memiliki akses ke produk halal yang berkualitas. Sehingga menurut Madhumita Guha selaku kepala bagian marketing dari Intertek India, Intertek India - sebagai salah satu perusahaan bergengsi dan sudah teruji di berbagai sektor industri termasuk pangan tertarik untuk memperluas pelayanannya.

"Pangsa pasar halal produk di India masih terbilang kecil saat ini, tetapi akan tumbuh sangat cepat karena norma-norma yang ketat dari aspek kebersihan dan keamanan yang akan menarik bagi masyarakat India," ujar Guha.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara global, industri manufaktur seperti Nestle dan bahkan retailer seperti McDonald's, KFC dan Pizza Hut sudah merespon kebutuhan industri halal ini. Hal ini membantu untuk mengalihkan perhatian penduduk muslim India untuk mengkonsumsi produk-produk halal.

Menurut Guha, Intertek adalah perusahaan penyedia makanan pertama yang diterima oleh International Halal Integrity Alliance dan diakui otoritas kehalalannya secara global, sebagai perusahaan yang berwenang menawarkan pelayanan sertifikasi halal.

"Sejak sertifikasi halal merupakan kombinasi dari hukum Syariah dan keamanan pangan, Intertek akan menjadi mitra teknis dan mengurus semua standar keamanan makanan, sementara persyaratan agama akan diaudit oleh mitra kami Halal India sesuai hukum Syariah," tambahnya.

Oleh karena itu, sertifikat halal tidak akan dikeluarkan oleh Intertek tetapi lembaga sertifikasi halal terkait. Guha menunjukkan bahwa Intertek juga sudah memiliki sertifikasi yang diperlukan serta kemampuan pengujian produk di India untuk memudahkan dalam mengakomodasi penawaran baru.

"Lab Makanan di Gurgaon mampu pengujian produk makanan sebagai standar halal kecuali tes daging dan identifikasi spesies yang akan dimasukkan ke dalam laboratorium akhir tahun depan," jelasnya. Menurut Guha, pasar untuk sertifikasi halal akan melampaui pasar India, mengingat bahwa makanan halal lebih disukai oleh komunitas Muslim di Asia yaitu di negara-negara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand dan hampir semua dari Timur Tengah.

"Negara-negara ini memiliki permintaan yang tinggi untuk produk makanan bersertifikat halal dan India merupakan mitra dagang yang lebih disukai untuk negara-negara ini untuk produk makanan, sehingga memperluas lingkup layanan kami," kata Guha.

"Selain itu, karena standar ketat yang higienis, produk makanan halal sekarang sedang diganduringi pula oleh masyarakat non muslim di kawasan tersebut," tambahnya.

(eka/Odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads