Fasilitas Wisatawan Muslim Masih Minim

Fasilitas Wisatawan Muslim Masih Minim

- detikFood
Kamis, 26 Mei 2011 18:33 WIB
Jakarta - Potensi wisata dan kuliner halal memang menjanjikan. Selain permintaan produk halal di luar negeri juga semakin tinggi, ketersediaan kuliner halal dalam mendukung pengembangan pariwisata nasional makin diperlukan. Sayang fasilitas untuk wisatawan muslim masih minim tersedia.

Tidak dapat dipungkiri bahwa halal telah menjadi konsumsi bukan hanya kaum muslim tetapi juga masyarakat global. Saat ini terdapat 1,8 miliar penduduk muslim dan jutaan konsumen non muslim lainnya yang memilih untuk mengkonsumsi produk halal. Sehingga tidaklah mengherankan jika pasar kuliner halal prospeknya semakin menjanjikan.

Seperti yang telah disosialisasikan oleh LPPOM MUI belum lama ini, kuliner halal diharapkan dapat ikut berperan mendukung 'Visit Indonesia'. Hal tersebut mendapat sambutan baik dari Menbudpar yang memang sedang giat-giatnya menggalakkan 'Visit Indonesia'. Para pelaku bisnis seperti PHRI (Perhimpunan HOtel dan Restoran Seluruh Indonesia, APJI (Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia), ACP (Asosiasi Chef Profesional), dan biro perjalanan wisata pun tak ingin ketinggalan turut serta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Geliat halal akhir-akhir ini mulai dirasakan terutama di kalangan para pelaku bisnis. Misalkan saja para pengusaha jasa boga APJI mengaku sudah menyediakan makanan dan minuman halal. Mereka pun bahkan berjanji akan terus berkomitmen mendukung terciptanya kuliner halal dan pariwisata Indonesia.

Di Bali, Aston Hotel & Convention Centre juga mengambil langkah untuk membuka peluang pasar halal. Beberapa waktu lalu Aston Hotel & Convention Centre, Denpasar telah resmi menerima Sertifikat Halal (SH) dari MUI Bali. Irmansjah Madewa selaku GM Aston Hotel & Convention Centre mengaku sejak memperoleh pengakuan dari MUI hunian hotelnya meningkat dari 70% menjadi 80%.

Pemilik Hotel Sofyan yang telah memposisikan diri sebagai hotel syariah mengaku bahwa hunian hotelnya merayap naik di tahun ke-3. Hal ini membuktikan bahwa kesadaran masyarakat akan halal dari tahun ke tahun kian tinggi. Bahkan menurutnya sejak menerapkan sistem syariah di hotel yang dikelolanya, konsumen mengaku merasa lebih nyaman.

Sayangnya belum semua pengusaha berani membuka diri dan memanfaatkan peluang pasar halal yang ada. Di sejumlah tempat-tempat yang menjadi tujuan wisata terbesar, fasilitas yang kerap dibutuhkan wisatawan muslim semakin seperti musholla dan restoran halal belum banyak tersedia. Padahal kebutuhan wisatawan untuk itu sangat tinggi. Semoga kedepannya para pengusaha Indonesia dapat mengambil keuntungan dan kesempatan dalam pasar halal terutama di era pasar bebas ini.

(dev/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads