Adapun Veronica Jamison selaku Director of Support Services dari Southern Health yang menjadi orang dibalik hadirnya menu-menu halal tersebut. Mrs. Jamison mengatakan bahwa ketika pasien-pasien datang ke rumah sakit tersebut, mereka akan diberi kartu untuk menentukan tingkat diet, termasuk untuk pemeriksaan klinis dan juga dari sisi kebutuhan baik budaya dan religi mereka.
"Jika pasien tidak diberi makanan yang tepat mereka tidak akan merasa lebih baik," ujarnya seperti yang dikutip dari dandenong-leader.com. "Nutrisi berperan penting dalam proses kesembuhan pasien - sehingga sangat penting. Jika pasien mengatakan bahwa mereka muslim atau Yahudi, maka mereka tentu saja tidak akan diberi jenis makanan yang sama, sehingga kami harus memastikan mereka akan diberi jenis diet yang dapat diterima oleh diri mereka."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu rumah sakit ikut memperhatikan peralatan-peralatan dapur yang akan digunakan untuk mempersiapkan makanan halal. Dalam hal ini termasuk juga kebersihan, termasuk pengunaan sayuran dan biji-bijian harus halal dan disimpan dalam tempat yang terpisah dari makanan lainnya.
Ms Jamison juga mengatakan bahwa makanan tersebut dipersiapkan di Kingston Centre, baik dalam keadaan dingin atau beku. Kemudian didistribusikan ke rumah sakit-rumah sakit yang berada di bawah naungan Southern Health. Tidak hanya menyediakan makanan halal, tetapi rumah sakit ini juga menyediakan makanan kosher bagi kaum Yahudi. Saat ini Dandenong Hospital rata-rata menyediakan sekitar 84 makanan halal setiap minggunya.
Menurutnya sejak diadakan pemilihan menu makanan ini, pihak rumah sakit memperoleh feedback yang cukup baik dari para pasien-pasien mereka. Tak hanya itu, kini bahkan sejumlah rumah sakit di Australia tertarik dengan terobosan yang dilakukan oleh Southern Health.
(dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN