Alaska Dirikan Masjid Pertama dan Toserba Halal

- detikFood Jumat, 10 Des 2010 16:00 WIB
Alaska - Lima belas tahun yang lalu kota Anchorage, Alaska dihuni hanya sekitar 200 penduduk muslim. Tetapi, kini kota tersebut telah menjadi rumah lebih 3000 muslim. Selain mendirikan masjid pertama, berbagai gerai toko serba ada halal dan pizzeria halal pun bermunculan.

Pada bulan Oktober 2010 lalu, masyarakat muslim Anchorage, Alaska berhasil mewujudkan mimpi mereka dengan mendirikan masjid pertama di kota tersebut. Masjid yang terletak di Old Seward Highway dengan pemandangan gunung Chugach tersebut dibangun atas seijin penduduk kota di bulan Agustus dan rencananya akan selesai tahun depan.

Melihat sejarah kebelakang, kota Anchorage merupakan kota terbesar di negara bagian AS, Alaska yang memiliki sistem pemerintahan sendiri. Sekitar lima belas tahun lalu, kota ini hanya dihuni oleh sekitar 200 penduduk muslim minoritas. Kini Anchorage telah menjadi rumah bagi lebih dari 3000 penduduk muslim yang berdatangan dari berbagai negara seperti Albania, Somalia, Pakistan, dan Malaysia.

"Kini saatnya bagi penduduk muslim Alaska untuk memperoleh tempat tinggal yang tetap," ujar Umar Samatar pemilik Juba Halal Market. Juba Halal Market milik Samatar merupakan salah satu dari tiga toko di Anchorage yang menjual spesialis produk-produk Islamic dan makanan halal ternasuk daging halal.

Dalam beberapa tahun setelah ia menetap di Anchorage, ia melihat banyaknya kaum muslim migran yang pindah dari berbagai negara termasuk negaranya Somalia. "Saya membuka toko ini agar saya merasa seperti di rumah. Begitu pula dengan adanya masjid baru yang akan dibangun, saya pikir itu akan sangat membantu kaum muslim lainnya agar serasa berada di rumah sendiri," ujarnya seperti yang dikutip dari www.alaskadispatch.com.

Selain memiliki masjid, kini penduduk kota Anchorage juga dapat memenuhi kebutuhan mereka di toko serba ada yang menjual kebutuhan Islami dan makanan halal. Bahkan terdapat pizzaria yang juga menjual pizza halal sesuai permintaan. Meskipun belum banyak fasilitas yang mereka miliki, namun penduduk muslim Anchorage setidaknya kini merasa berada layaknya di rumah sendiri.
(dev/Odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com