Cokelat Plus Miras?

- detikFood Selasa, 02 Nov 2010 13:41 WIB
Jakarta - Cokelat? Hmm... semua pasti suka. Mau dibuat permen, cake, cookies atau minuman, tak ada yang sanggup menolak kelezatannya. Namun kaum muslim tetap harus berhati-hati karena penganan ini bisa berubah menjadi tak halal. Kok bisa?

Cokelat sebagai sebuah kenikmatan, memang hampir semua orang mengakuinya. Hal tersebut dikarenakan selain rasanya yang lezat dan aroma cokelat juga bisa membangkitkan gelombang theta pada otak yang menimbulkan efek rileks.

Bahkan sejumlah penelitian juga telah membuktikan bahwa cokelat memberi pengaruh baik bagi kesehatan. Tak heran kalau cokelat disukai mulai dari anak-anak, orang dewasa, hingga orang tua sekalipun.

Cokelat bisa merasuk ke dalam banyak jenis produk makanan seperti cake, roti, dll dan minuman seperti susu cokelat, dll. Cokelat yang memiliki nama latin Theobroma Cacao yang berarti makanan para dewa ini juga dapat bermetamorforsa menjadi produk di luar makanan seperti produk kosmetika antara lain lulur dan parfum.

Tetapi bagi kaum muslim, cokelat juga harus diwaspadai sebab tak jarang penganan atau minuman cokelat dicampurkan dengan alkohol. Di luar negeri lazin ditemukan campuran rhum atau cognac dalam produk-produk cokelat praline atau batangan. Di cafe atau restoran sekalipun minuman cokelat terkadang ikut dicampurkan dengan rhum untuk menambah aroma dan sensasi yang berbeda.

Alkohol atau  miras sebagaimana diketahui oleh kaum muslim adalah haram. Meskipun kandungan alkoholnya sudah hilang tetap saja produk tersebut dikategorikan non halal. Oleh karena itu meneliti komposisi produk cokelat sebelum membelinya sangat penting dilakukan. Sedangkan jika Anda pergi ke cafe atau restoran dan memesan minuman yang meragukan komposisinya jangan segan atau malu untuk bertanya terlebih dahulu.



(eka/Odi)
Load Komentar ...