Setelah minggu pertama bulan Oktober 2010 lalu, Brunei meluncurkan produk-produk halal mereka secara regional di berbagai pasar. Kini untuk mengulang suksesnya pemasaran di pasar Singapura, Brunei kembali menargetkan penyebaran produk-produk berlebel 'Brunei Halal Brand' di negara-negara lainnya di Asia.
Noel Shield, Chief Executive Officer dari Ghanim International Foods pun mejelaskan panjang lebar. "Kami masih bernegoisasi dengan perusahaan-perusahaan lain, sebab untuk memasukkan suatu produk ke dalam suatu negara bukanlah hal yang mudah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ghanim meluncurkan produk dibawah lebel 'Brunei Halal Brand' pada 8 Oktober 2010 lalu. Produk-produk tersebut kini dapat diperoleh di salah satu retail terbesar di Singapura, NTUC (National Trade Union Congress) FairPrice Cooperative Ltd. "Para agen eksekutif gembira dengan hasil penjualan kesemua produk-produk tersebut," imbuhnya lagi.
Kehadiran brand ini di Singapura telah menjadi salah satu langkah yang sangat berarti bagi kesultanan Brunei. Dimana hal tersebut merupakan usaha Brunei untuk meningkatkan sertifikasi halal yang ketat demi mencapai target.
Shield juga mengatakan bahwa respon positif lebih jauh yang mereka dapatkan adalah mengenai persepsi konsumen akan standar halal Brunei dinilai cukup tinggi. Kemungkinan alasan tersebut pula yang membuat produk-produk halal Brunei dapat terjual dengan baik dan menjadikan konsumen lebih percaya diri untuk membeli dan mengkonsumsi produk tersebut.
"Sudah menjadi tantangan tersendiri bagi negara lain untuk mengakui sertifikasi halal negara kami, karena setiap negara memiliki standarisasi halal masing-masing. Tetapi kemungkinan memang ada yang tidak menerima standarisasi kami sehingga hal tersebut cukup sulit," ujar Pehin Orang Kaya Seri Utama Dato Seri Setia Haji Yahya Begawan Mudim Dato Paduka Haji Bakar selaku Minister of Industry and Primary Resources, Brunei.
"Pastinya produk halal dan proses pembuatannya merujuk pada prinsip-prinsip yang kami anut. Kesemuanya sesuai dengan sudut pandang halal menurut negara Brunei dan pastinya mengalami proses yang sangat ketat dan seksama. Oleh karena itu kami tidak pernah mau menyerahkan sertifikasi halal pada lembaga swasta," imbuhnya lagi.
(Sumber: The Brunei Times)
(dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN