Geliat halal rupanya tidak hanya tampak di sejumlah negara Eropa seperti Perancis atau Inggris melainkan juga Cina. Saat ini Cina memiliki sekitar 20 juta penduduk yang memeluk agama Islam. Meski begitu tak banyak produsen halal dari negara tersebut, sehingga kaum minoritas muslim Cina harus menggantungkan diri dengan produk halal yang diimport dari negara lain.
Dalam hal ini sejumlah negara termasuk Malaysia mencoba menangkap peluang yang ada. Ramli Bakar, selaku Director of Malaysian Investment Development Authority (MIDA) yang berkantor di Guangzhou, Cina mengungkapkan hal yang serupa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini di Cina sendiri terdapat lebih dari 200 perusahaan manufaktur Malaysia. Dimana sebagian besar investor Malaysia di Cina tersebut banyak terlibat dalam industri makanan, sarang burung, alumunium dan logam. Tentunya peluang tersebut tidak boleh disia-siakan begitu saja.
Menurutnya alasan didirikan dua kantor MIDA yang berlokasi di Guangzhou dan Shanghai adalah untuk memfasilitasi investasi kedua negara yaitu Malaysia dan Cina. Selain itu Ramli Bakar juga mengungkapkan tentang recana mendirikan kantor baru MIDA di Hong Kong tahun depan.
Sebagai usaha menggairahkan investasi di Malaysia, MIDA juga akan berpartisipasi dalam seminar-seminar perdagangan dan investasi, bisnis eksposisi dan begitu pula dalam mengadakan sesi-sesi business-matching.
(dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN