DΓΌsseldorf Exhibition Centre di Jerman terpilih menjadi tempat diselenggarakannya konferensi halal pertama untuk Eropa di tahun 2010. Dimana acara tersebut telah dilaksanakan 14 September lalu diikuti pula oleh pameran makanan InterMopro, InterCool dan InterMeat.
Acara yang diorganisasi oleh DT Food e.V. dan Messe DΓΌsseldorf ini menghadirkan sekitar 75 stakeholder dari sektor halal di seluruh Eropa. Ajang ini pula yang bakal membuka kesempatan hadirnya konferensi dan pameran halal lainnya di Inggris dan negara Eropa lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu permasalahan utama yang muncul dalam sesi diskusi adalah masalah perundang-undangan yang dibuat Uni Eropa (EU). Dimana perundang-undangan tersebut mewajibkan pemasangan label terhadap daging hewan yang disembelih tanpa dibuat pingsan (non-stunning) terlebih dahulu.
Tetapi jika perundang-undangan ini diijinkan dan dilaksanakan secara hukum tanpa pertentangan. Dimana dengan mengenakan lebel tersebut, dapat diartikan daging tersebut disembelih tidak sesuai dengan unsur religi dan kemanusiaan. Padahal hal tersebut bisa menyiratkan kesalahpahaman di kalangan konsumen khususnya muslim.
Komunitas muslim di Eropa sendiri seolah tidak peduli dengan permasalahan ini, kemungkinan besar karena kurangnya informasi yang ada. Sebenarnya rata-rata konsumen muslim lebih memilih membeli daging hewan yang tidak dipingsankan terlebih dahulu sebelum disembelih. Tentunya selain sesuai dengan tata cara Islami juga agar dipastikan hewan tersebut hidup dan dalam keadaan segar saat disembelih.
Peter Zeigler selaku moderator dari sesi konferensi ini juga mengingatkan bahwa halal belum memiliki hukum yang sah di Jerman. Hal ini membuat tidak hanya konsumen muslim melainkan seluruh konsumen yang mengkonsumsi produk halal, belum terlindungi dari praktek-praktek yang tak bertanggung jawab perusahaan dalam mengklaim sebuah produk menjadi halal.
Permasalahan utama lainnya yang muncul adalah seputar regulasi dan standarisasi prosedur sertfikasi halal. Hal ini diharapkan bisa menjawab keraguan konsumen tentang fungsi sertifikat halal itu sendiri, bahkan jika terdapat beberapa standar yang ada.
Konferensi tersebut berakhir dengan 4 resolusi. Pertama meminta pada German Agriculture Minister untuk mendesak halal segera diakui dan berada dibawah status hukum Jerman. Kedua, menulis kepada anggota parlemen Eropa untuk menentang pemasangan lebel untuk daging hewan yang dipotong dengan cara tanpa dipingsankan. Kemudian mengundang pemimpin Turki, Tayyip Erdogan untuk mendukung kedua inisiatif tersebut dari sudut pandang baik Jerman maupun Eropa. Yang terakhir adalah menarik dukungan dari kelompok Islam utama dan asosiasi untuk mendukung resolusi diatas.
(Sumber: halalfocus.net)
(dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN