Bazaar Makanan Halal di Changde Lu

Bazaar Makanan Halal di Changde Lu

- detikFood
Selasa, 31 Agu 2010 16:59 WIB
Shanghai - Bazaar yang menjual berbagai makanan halal ini selalu ditunggu-tunggu oleh warga muslim Cina setiap hari Jumat. Ada berbagai makanan yang dijual sebut saja roti naan, lamb kebab, aneka dumpling, satai, noodle soup dan masih banyak lainnya.

Bazaar makanan halal yang digelar setiap hari Jumat ini atau 'Friday Muslim Market' di kota Changde Lu, Shanghai ini semakin populer keberadaanya di kalangan kaum muslim Cina. Trotoar jalanan pun disulap menjadi tempat-tempat bersantap dengan berbagai penjual makanan halal yang deret-deret.

"Lima atau enam tahun lalu di tempat ini belum ada apa-apa. Lihat sekarang tempat ini sudah menjadi surga bagi para warga muslim Shanghai dan suku Uighurs (suku muslim di Cina)," ujar salah seorang guru sejarah setempat kepada Cnngo.com.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan bazaar ini tidak hanya dikunjungi oleh kaum muslim di sekitar Changde Lu saja, melainkan juga dari kawasan Cina lainnya. Seperti yang diungkapkan oleh Guan yang datang dari provinsi Xinjiang, "Saya datang ke tempat ini setiap Jumat. Saya tidak merasa keberatan meskipun jauh, karena tempat ini merupakan bagian dari komunitas saya juga."

Setiap minggunya makin bertambah banyak orang yang datang ke bazaar ini. Tentu saja selain dijual berbagai barang-barang seperti karpet atau bulu, berbagai makanan halal seperti roti naan, lamb kebab, aneka dumplings, kebab, noodle soup yang dijual di bazaar ini menjadi daya tarik utama.

Sebut saja Uighur Lamb Kabobs milik Yusuf yang jadi salah satu favorit pembeli. Ia pun membagi rahasia kelezatan makanan milikinya, "Saya menggunakan daging domba dari Asia yang lebih sehat. Daging tersebut kemudian ditusuk-tusukkan pada sebatang bambu hingga rasanya lebih juicy dan lezat.

"Jika tidak ada bazaar makanan di Shanghai ini saya tidak bisa berjualan buah-buahan dari kampung halaman saya. Memang disini saya menjualnya sedikit lebih mahal, tetapi sebanding untuk mengobati rasa kangen kampung halaman," ujar Meimei Ti salah satu penjual.

(dev/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads