Penyalahgunaan Label Halal Marak di Cina

Penyalahgunaan Label Halal Marak di Cina

- detikFood
Selasa, 20 Jul 2010 15:11 WIB
Beijing - Lagi-lagi kasus lebel halal palsu berhasil memperdaya konsumen muslim di Cina. Saat ini, Lanzhou Islamic Association menduga bahwa ditemukan daging babi di sejumlah restoran muslim di kota Cina.

Lanzhou Islamic Association menyebutkan bahwa diantara lebih dari 70 restoran muslim yang ada di Cina, hanya 13 restoran yang menaati peraturan perundangan akan makanan halal, termasuk 3 diantaranya yang memiliki rating paling tinggi.

Seperti yang dilansir dari The Epoch Times, Mr.Bao penduduk Lanzhou mengatakan, bahwa para komunitas muslim telah mengamati peraturan regulasi pemerintah mengenai konsumsi makanan. Ia berpendapat bahwa hendaknya dalam menentukan "Makanan Halal" sebaiknya ditetapkan oleh imam di masjid setelah ritual bersembahyang bersama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah seoarang imam menanggapi bahwa pendistribusian makan tidak berkaitan dengan ritual religius dan tidak berada dibawah kontrol masjid. Terjadinya penyalahgunaan tersebut membuktikan bahwa pihak yang berwenang tidak memberi perhatian pada kasus-kasus semacam ini.

Diseluruh penjuru negeri Cina, "Makanan Halal" seperti sapi dan kambing sebaiknya dijual kepada etnik muslim minoritas Cina yang mengkonsumsi makanan Qingzhen - etnik muslim atau etnik Hui. Hewan yang akan dipasarkan tersebut harusΒ  diperhatikan semua tahapannya, baik dalam proses penyembelihan, pengemasan, transportasi, produksi, dan penjualan.

Salah seorang penduduk lokal dari minoritas etnik Hui mengungkapkan tanggapannya akan penyalahgunaan makanan halal ini, "Kami tidak berani pergi ke restoran muslim selama mereka tidak menjamin akan kehalalan makanan yang mereka jual disana." (halal.com)

(dev/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads