Italia Berlakukan Label Halal

Italia Berlakukan Label Halal

- detikFood
Rabu, 07 Jul 2010 15:20 WIB
Jakarta - Kebutuhan akan produk halal terus meningkat, berkembang, dan mengglobal. Hal itu terbukti dengan ditandatanganinya proyek 'Halal Italia' di negara yang mayoritas berpenduduk non-mulism tersebut.

Kini kebutuhan akan halal bukan hanya terbatas bagi kaum muslim di negara-negara dengan penduduk mayoritas Muslim saja. Melainkan juga bagi umat muslim di seluruh dunia.

Dalam perkembangan terbaru, tiga kementerian Italia, negara yang mayoritas penduduknya non-muslim tersebut menandatangani kesepakatan proyek "Halal Italia". Proyek tersebut berfungsi untuk menerapkan kebijakan label halal pada produk buatan Italia, antara lain produk makanan, kosmetik dan farmasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kementerian yang menanda-tangani Konvensi "Halal Italia" itu antara lain Menteri Luar Negeri, Menteri Kesehatan, serta Menteri Pertanian, Pangan dan Kehutanan Italia. Tiga kementerian ini akan menggandeng Organisasi Komunitas Muslim Italia, COREIS dalam proyek percontohan yang akan dilaksanakan oleh Kamar Dagang Industri Milan.

Kerjasama tersebut nantinya akan membentuk sebuah lembaga internal. Dimana lembaga tersebut akan diberi kewenangan untuk memberikan sertifikasi halal pada barang-barang produk Italia, yang juga sejalan dengan undang-undang kesehatan yang berlaku di Italia dan Eropa.

Konvensi "Halal Italia" ini disepakati sebagai bentuk komitmen pemerintah Italia untuk menginternasionalkan sistem produksi di negaranya. Hal ini juga merupakan dampak dari makin meningkatnya minat para pengusaha Italia untuk melebarkan usahanya ke dunia Islam.

Seperti yang dilansir dari eramuslim.com, perputaran uang di bisnis produk halal mencapai 500 miliar euro di seluruh dunia, 54 miliar euro di Eropa saja dan 5 miliar euro di Italia, dan melibatkan 120.000 perusahaan milik muslim.

Menteri Luar Negeri Italia, Franco Frattini juga mengatakan, selain ingin memanfaatkan pasar muslim, proyek "Halal Italia" juga sebagai upaya mengintegrasikan komunitas muslim di Italia dengan kehidupan sosial masyarakat setempat. "Keseriusan untuk menerapkan kebijakan sertifikasi halal mendapat dukungan dari Komite Etik dengan syarat tetap menghormati sistem hukum di Italia dan Eropa," kata Frattini.

Menteri Pertanian Italia Giancarlo Galan menambahkan, "Proyek ini sebagai penghargaan terhadap para muslimah dan kaum muslimin seluruhnya yang bekerja di negeri ini, dan kepada mereka dimana kita sudah berhutang budi." Galan mengingatkan kembali sejarah dan hubungan erat antara Italia dan negara-negara dunia Arab, "Kebijakan sertifikasi halal merupakan pertanda bahwa kami memberikan perhatian dan penghormatan terhadap nilai-nilai yang dianut negara-negara Muslim," ujarnya.

saat ditanya sejumlah wartawan, apakah kebijakan sertifikasi halal ini akan menimbulkan persoalan terhadap hubungan Italia dengan Israel. Menlu Italia mengatakan, bahwa ia percaya kebijakan itu tidak akan menimbulkan masalah dengan Israel . "Kami ingin membangun jembatan, bukan penghalang," tukasnya.

(Sumber Eramuslim.com)

(eka/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads