Mengemas makanan dalam kaleng merupakan salah satu teknologi pengawetan, yaitu dengan tahap sterilisasi dengan panas dan tekanan tinggi. Selain untuk mengawetkan makanan proses tersebut juga berguna untuk mematangkan makanan dan mematikan mikroba.
Kini makanan dalam kemasan kaleng makin populer, mengingat mobilitas masyarakat yang tinggi membuat produk-produk yang praktis lebih disukai. Sebab dengan mengkonsumsi produk kalengan bisa menghemat waktu dalam mempersiapkannya. Namun sebagai konsumen terutama yang sering mengkonsumsi produk kalengan ini, ada baiknya Anda mengetahui kiat-kiat dalam memilih produk kalengan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Jika label halalnya mencurigakan, jangan lupa membaca ingredients-nya. Di bahan dasar pembuat makanan inilah kehalalan suatu produk kemungkinan besar dapat terlihat.
3. Pilihlah kemasan kaleng yang tidak bocor, tidak mengembung, dan tidak berkarat. Kemasan kaleng yang bocot bisa terlihat dari adanya noda dengan aroma kaleng yang cukup menyengat. Lihat sekeliling kaleng apakah ada bagian kaleng yang penyok diiringi rembesan isi kaleng, sebab kaleng yang bocor dapat menyebabkan mikroba pembusuk masuk dan mengkontaminasi makanan sehingga perlu dihindari.
4. Memperhatikan tanda kadaluarsa produk sering terlewatkan oleh konsumen. Padahal hal tersebut merupakan point penting. Lihat secara jeli apakah masih layak dikonsumsi atau tidak, tinggalkan bila ada tanggal kadaluarsaΒ yang terkesan capnya ditimpah atau double.
5. Makanan kaleng yang sudah dibeli sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk dan aman. Sebaiknya makanan kaleng yang kalengnya sudah dibuka langsung dihabiskan tidak disimpan kembali. Jika ingin disimpan kembali, segera pindahkan sisa makanan ke dalam wadah tertutup lain atau kantong bersih dan segera simpan dalam freezer.
(Sumber LPPOM MUI)
(dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN