Kiat Memilih Produk Kalengan

Kiat Memilih Produk Kalengan

- detikFood
Jumat, 18 Jun 2010 16:52 WIB
Jakarta - Pesatnya teknologi dan mobilitas masyarakat membuat produk-produk makanan kaleng baik sayur, buah, dan daging makin meningkat. Praktis, higenis, dan ekonomis merupakan salah satu pertimbangan memilih produk ini. Namun, ada hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum mengkonsumsinya. Apa saja?

Mengemas makanan dalam kaleng merupakan salah satu teknologi pengawetan, yaitu dengan tahap sterilisasi dengan panas dan tekanan tinggi. Selain untuk mengawetkan makanan proses tersebut juga berguna untuk mematangkan makanan dan mematikan mikroba.

Kini makanan dalam kemasan kaleng makin populer, mengingat mobilitas masyarakat yang tinggi membuat produk-produk yang praktis lebih disukai. Sebab dengan mengkonsumsi produk kalengan bisa menghemat waktu dalam mempersiapkannya. Namun sebagai konsumen terutama yang sering mengkonsumsi produk kalengan ini, ada baiknya Anda mengetahui kiat-kiat dalam memilih produk kalengan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Pertama-tama sebagai konsumen muslim yang baik perhatikan lebel halal yang biasanya tertera di kemasan. Perhatikan lebih teliti, jika produk tersebut berasal dari dalam negeri cek apakah lebel halalnya sesuai seperti yang disarankan LPPOM MUI atau tidak. Bila produk import cek apakah label halal yang tercantum dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi yang diakui oleh LPPOM MUI.

2. Jika label halalnya mencurigakan, jangan lupa membaca ingredients-nya. Di bahan dasar pembuat makanan inilah kehalalan suatu produk kemungkinan besar dapat terlihat.

3. Pilihlah kemasan kaleng yang tidak bocor, tidak mengembung, dan tidak berkarat. Kemasan kaleng yang bocot bisa terlihat dari adanya noda dengan aroma kaleng yang cukup menyengat. Lihat sekeliling kaleng apakah ada bagian kaleng yang penyok diiringi rembesan isi kaleng, sebab kaleng yang bocor dapat menyebabkan mikroba pembusuk masuk dan mengkontaminasi makanan sehingga perlu dihindari.

4. Memperhatikan tanda kadaluarsa produk sering terlewatkan oleh konsumen. Padahal hal tersebut merupakan point penting. Lihat secara jeli apakah masih layak dikonsumsi atau tidak, tinggalkan bila ada tanggal kadaluarsaΒ  yang terkesan capnya ditimpah atau double.

5. Makanan kaleng yang sudah dibeli sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk dan aman. Sebaiknya makanan kaleng yang kalengnya sudah dibuka langsung dihabiskan tidak disimpan kembali. Jika ingin disimpan kembali, segera pindahkan sisa makanan ke dalam wadah tertutup lain atau kantong bersih dan segera simpan dalam freezer.

(Sumber LPPOM MUI)

(dev/Odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads