Pertama kali mendengar nama 'Kerupuk Tulang', yang terbayang dalam benak saya adalah tulang besar dan keras yang dijadikan kerupuk. Namun setelah melihatnya langsung di salah satu sentra oleh-oleh, ternyata bentuknya tak jauh berbeda dari kerupuk pada umumnya.
Kerupuk tulang mulai populer sekitar akhir 2009 lalu hingga sekarang. Adapun yang pertama kali memperkenalkannya adalah masyarakat Desa Tugumukti di Kecamatan Cisarua, Bandung. Terbuat dari apa ya sebenarnya kerupuk tulang ini?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski cara pembuatannya tergolong sederhana, justru kesulitannya terletak pada cara memperoleh bahan baku alias tulang rawan itu sendiri. Tak heran kalau harga kerupuk ini bisa dibilang sedikit lebih mahal dari jenis kerupuk lainnya. Untuk harga satu kantong plastik kerupuk (250gr) yang rasanya kriuk renyah ini dijual dengan harga Rp 20.000,00.
Nah, kalau jalan-jalan ke Bandung kini ada satu lagi oleh-oleh yang bisa ditenteng untuk dibawa pulang yaitu si kerupuk tulang!
(dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN