Tidak perlu pergi jauh-jauh ke pedalaman untuk tahu betapa mengenaskannya sebuah sekolah dasar. Anda cukup datang ke sebuah desa di Bogor, tepatnya di kampung Cibuyutan, desa Sukarasa, kecamatan Tanjungsari. Di tempat yang tak jauh dari hiruk pikuk ibu kota ini ternyata masih menyisakan daerah terpencil dan sekolah yang sangat mengenaskan dan 'apa adanya'.
Meski letaknya terpencil dan jauh, tidak menyurutkan tekad LPPOM MUI untuk melakukan sosialisasi akan makanan halal dan bergizi. Dalam melaksanakan sosialisasi tersebut LOPPM MUI tak sendiri, melainkan bekerja sama dengan Universitas Djuanda, Bogor untuk menyambangi desa yang hanya bisa ditempuh dengan motor atau berjalan kaki, 40 km dari desa terdekat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekolah tersebut terdiri dari dua ruangan yang hanya terpisah pagar pendek sepinggang orang dewasa dan beralaskan tanah. Apalagi listrik belum menyentuh daerah ini ditambah para guru pengajar hanyalah penduduk setempat yang hanya mengenyam pendidikan sampai SMP.
Β
Sosialiasi 'Halal Goes to School' yang dilakukan LPPOM MUI ini ternyata disambut sangat antusias oleh orang tua siswa. Kegiatan sosialiassi tersebut diisi dengan penjelasan seputar materi kehalalan makanan dan makanan bergizi oleh Lia Amalia, S.Tp, SS.MT, ketua bidang sosialisasi LPPOM MUI dan Noli Novidahlia, Ir.,M.Si., pembantu Dekan I Fakultas Teknologi Pertanian Univ. Djuanda, Bogor.
Dengan dibekali pengetahuan apa itu makanan halal dan bergizi sejak dini, diharapkan baik anak-anak dan para orang tua mereka lebih bijak lagi dalam memilih makanan terutama yang halal. Selain itu para murid juga menerima bingkisan makanan halal hasil sumbangan dari para produsen halal.
Semoga kegiatan 'Halal Goes to School' ini tidak hanya berhenti sampai disini, melainkan menjadi lebih luas dan menjangkau kota-kota lainnya di seluruh Indonesia.
(Sumber LPPOM MUI)
(dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN