Yuk Lebih Teliti Membeli Tepung Telur!

Yuk Lebih Teliti Membeli Tepung Telur!

- detikFood
Rabu, 28 Apr 2010 16:01 WIB
Jakarta - Tidak bisa dipungkiri telur selalu dibutuhkan dan dipakai dalam pembuatan produk pangan. Namun harganya yang sangat berfluktuasi membuat tepung telur jadi alternatif pilihan. Namun apakah produk ini bisa dijamin kehalalannya?

Telur memiliki fungsi yang sangat banyak dalam dunia pangan. Disamping mengandung nilai gizi yang tinggi, telur juga memiliki sifat fungsional yang dibutuhkan dalam pengolahan makanan. Misalkan saja dalam pembuatan adonan kue atau roti dan juga isiannya seperti pembuatan vla atau custard.

Sifat utama pada telur ada sebagai emulsifier atau bahan pembuat emulsi. Emulsi ini adalah campuran antara lemak dan air yang membentuk sebuah campuran tak terpisahkan. Fungsi ini banyak dibutuhkan dalam pembuatan makanan yang terdiri dari banyak bahan, sebab air dan minyak (lemak) tidak bisa tercampur tanpa adanya perantara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kebutuhan yang makin meningkat pesat baik di kalangan masyarakat dan industri membuat kebutuhan akan telur meningkat pesat. Sementara itu pemasok telur ayam semakin berkurang, sehingga pemakaian teping telur menjadi sebuah terobosan dalam mengatasi kelangkaan telur pada musim-musim tertentu.

Selain bisa disimpan lebih lama, pengunaan tepung telur juga lebih mudah dan praktis karena tidak usah mengupas dan membuang cangkangnya lagi. Dari segi kehalalan bahan baku pembuatan tepung telur ini sebenarnya cukup aman. Telur yang digunakan adalah telur ayam atau bebek yang halal. Namun dari segi proses memang perlu dilihat apakah pada proses pengeringan mengunakan bahan pengisi (filler) atau tidak.

Beberapa produsen memanfaatkan bahan pengisi tersebut untuk mempercepat proses pengeringan dan menambah volume sehingga harganya menjadi lebih murah. Nah, disinilah tepung telur ini memerlukan kajian apakah bahan pengisi tersebut berasal dari bahan halal atau tidak. Hal itu dikarenakan filler yang sering dipakai adalah maltodekstrin, laktosa, atau terkadang gelatin.

Bahkan beberapa produsen menggunakan proses pengolahan enzimatis. Yang harus dicermati disini adalah asal enzim yang berasal dari hewan apa dan proses mikrobial yang memerlukan proses lebih lanjut. Selain itu lingkungan pabrik juga dapat menjadi penentu faktor kehalalan terutama jika tepung telur tersebut diimpor dari negara non muslim seperti Cina dan Amerika.

Nah, sebagai muslim yang peduli kehalalan mulai sekarang hendaknya lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi tepung telur. Agar aman carilah tepung telur yang telah dilengkapi lebel halal.

(Sumber LPPOM MUI)

(dev/Odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads