Para ulama Inggris tega-tegas menolak pemakaian mesin jagal di rumah pemotongan hewan industri daging UK Halal. Demikianlah yang diungkap oleh Halal Monitoring committee (HMC) di London pekan silam.
Para ulama Inggris diberi sejumlah pertanyaan mengenai pemakaian mesin jagal atau penyembelih hewan yang dioperasikan dengan listrik. 95% dari ulama menolak mesin jagal sebagai bagian dari proses pemotongan hewan yang halal menurut Islam sedangkan 2,1% memilih menunggu perkembangan masalah tersebut.
Manager Operasional HMC, Nadeem Adam menyatakan 'Orang akan terkejut jika mengetahui luasanya pemakaian mesin jagal dalam rumah pemotongan unggas halal di Inggris. Banyak pasar swalayan besar Inggris yang perlu memahami sikap ulama Inggris dan memastikan produk halal mereka sesuai dengan standar halal konsumen muslim mereka.'
Tanggapan tersebut diterima oleh 282 imam dan mufti dari kota seperti Londoan, Birmingham, Glaslow dan Leicester. Selain itu 99.7% menyatakan harus mengucapkan Bismillah secara individual oleh tiap-tiap petugas pemotongan hewan dan tidak direkan atau oleh seorang yang berdiri di depan mesin.
"Survey ini merupakan yan terbesar diadakan di Inggris dan memberikan pedoman jelas mengenai hal yang bisa diterima dan menjadi standar untuk Halal di negeri ini," tambah Shaykh Yunus Dudhwala, Ketua HMC dan anggotoa Eblex Steering Group.
Sebuah pertemuan digelar bulan lalu yang melibatkan pemerintah Malaysia, sebagai salah satu negara Islam yang besar. Mereka juga membawa usulan kaum ulama dunia dan menghapuskan mesin jagal dari standar halal.
Naved Syed dari Eblex Halal Streering Group menyetujui dengan usulan ini. Pemerintah Inggris harus mendengarkan pandangan ulama dan masyarakat serta menghapuskan pemakaian meskin jagal dari standar halal. Hal ini akan sejalan dengan pandangan Timur Tengah tentang pemotongan hewan halal dan akan memajukan ekspor daging ke Timur Tengah. (dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN