Kafe ini mempunyai nama unik yaitu Skipchen yang mempunyai konsep kafe non profit. Kafe yang bermarkas di The Crofters Rights bar ini dikelola oleh Chef Dylan Rakhra dan Sam Josep selaku manager kafe.
Menurut BBC (09/10/2014) Skipchen dibangun oleh The Real Junk Food Project (TRJFP). Sebelumnya kafe dengan konsep serupa didirikan di Leeds sembilan bulan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kafe ini juga berhubungan dengan Gleaning Network, tempat para sukarelawan bisa memanen produk yang terbuang. Skipchen juga bekerjasama dengan jaringan restoran Nando's untuk mengambil kelebihan daging ayam setiap hari.
βKita memilik banyak kasus malnutrisi yang semakin meningkat di Inggris. Di negara ini banyak orang kesulitan mengonsumsi makanan bernutrisi. Kejahatan yang sebenarnya adalah supermarket membuang makanan layak konsumsi ke tempat sampah, itu yang harus kita ubah,β tutur Joseph kepada Guardian (09/10/2014).
Tim 'skippers' akan mengawasi tempat sampah makanan pekerja supermarket dan langsung mengambil bahan makanan yang diperlukan. Bahan- bahan tersebut dipilih yang belum lewat tanggal βbest-beforeβ lalu langsung ditaruh di kulkas.
Dengan bahan makanan yang tak menentu, hidangan yang disajikan pun berbeda setiap harinya. Minggu ini, temuan yang disajikan antara lain lobster yang disajikan bersama paprika panggang, gorgonzola cheese, kiln-roasted salmon, dan Belgian chocolate. Beberapa hidangan yang disajikan dihargai 10 pound (Rp 197.192).
βKami mendapatkan makanan berbeda setiap harinya mulai dari bagel, lobster hingga lettuce. Sangat menyenangkan, kami melihat makanan yang kami dapatkan dan meraciknya menjadi hidangan lalu disajikan,β ujar Chef Dylan.
(dni/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN